PT MNC Capital Tbk berniat menambah kepemilikan saham di Bank ICB Bumiputera yang belum lama diakuisisi. Dananya berasal dari rencana Penawaran Saham Umum Terbatas I (PUT I) alias rights issue senilai Rp 2,35 triliun.
Chief Executive Officer (CEO) MNC Group Hary Tanoesoedibjo yang menaungi MNC Capital berharap kepemilikan saham di ICB Bumiputera bisa meningkat minimal 40 persen. Saat mengakuisisi bank itu, konglomerasi ini baru menguasai 25 persen saham.
"Dananya untuk ke bank. (Saham) pasti akan ditingkatkan, sampai 40 persen atau lebih semaksimal mungkin. Sekarang 40 persen targetnya, kalau mau lebih kita harus ke OJK dulu," ujarnya saat berbuka puasa bersama media di MNC Tower, Jakarta, Selasa (1/7).
Biaya menambah modal di ICB Bumiputera diperkirakan sebesar Rp 201 miliar. Bank itu, bila sudah direstui OJK, akan diubah namanya menjadi MNC Bank.
Dana Rp 2,35 triliun itu, sebagian lagi untuk memperkuat posisi MNC Capital di bisnis jasa keuangan. Termasuk buat mendanai proyek-proyek yang digarap konglomerasi milik politikus pendukung Prabowo Subianto itu.
"Sama untuk memperkuat permodalan sendiri," kata Hary Tanoe.
Rencana Rights Issue PT MNC Kapital Indonesia Tbk telah memperoleh persetujuan dari para pemegang saham. Awalnya dana yang hendak dihimpun sebesar Rp 1,5 triliun, tapi kemudian direvisi lebih tinggi.
Saham dilepas dalam Penawaran Umum Terbatas I ini sebanyak-banyaknya 2,61 milyar saham biasa atau sebesar 65,6 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per lembar saham.
Adapun harga saham dari aksi korporasi yang dilakukan guna meningkatkan permodalan ini dibanderol di level Rp 900 per saham.
Rencana ini telah disetujui oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nantinya, pemegang saham lama bakal terdilusi sebanyak 65,6 persen jika tidak menyerap penawaran rights issue.