Tak pentingkan laba, BTPN kejar investasi dan permodalan

Bos BTPN: investasi dan permodalan menjadi yang utama agar bisnis tetap kuat.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Tak pentingkan laba, BTPN kejar investasi dan permodalan
BTPN Sinaya. Merdeka.com/Dwi Narwoko

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) kini masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 3, dengan modal inti antara Rp 5-30 triliun.

Direktur Utama BTPN, Jerry Ng mengaku, laba bukan hal utama bagi perusahaan. "Kalau profit, kami tidak semata-mata mengejar profit. Yang penting profit dan sustainable (kesinambungan)," ujarnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (4/6).

Dia tidak mempermasalahkan jika laba perusahaan tidak meningkat. Yang terpenting, kata dia, investasi dan permodalan terus berjalan sehingga bisnis tetap kuat.

"Flat is alright. Investment harus jalan terus. Biarpun secara pertumbuhan lebih lambat bukan berarti proses investasi menurun, tapi berkelanjutan. Kalaupun tahun ini profit sama dengan tahun lalu, kami tidak terlalu khawatir. Yang penting sustain dan kualitas profit terjaga," jelas dia.

Atas alasan itu, beberapa tahun terakhir perseroan tidak membagikan dividen. "Karena kita mementingkan permodalan. Kan bisnis tidak hanya untuk dividen, nanti permodalannya bagaimana. Bank itu industri yang harus capital intensive," ungkapnya.

Sekadar catatan, hingga akhir 2013 BTPN mencatat laba Rp 2,13 triliun. Adapun modal inti perseroan mencapai Rp 8,60 triliun. Rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) mencapai 23,09 persen.

Rekomendasi