Badan Pusat Statistik ( BPS ) mengikuti saran Komisi Statistik Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk menggelar survei kebahagiaan penduduk. Berdasarkan pengumpulan data sepanjang tahun lalu, didapatkan kesimpulan indeks komposit bahwa tingkat kebahagiaan penduduk Indonesia mencapai 65,11, dari skala 0-100.Kepala BPS , Suryamin, mengatakan indeks komposit pengukur kebahagiaan penduduk Indonesia ini merangkum 10 hal dianggap penting. Itu mencakup pekerjaan, pendapatan rumah tangga, kondisi rumah dan aset, pendidikan, kesehatan, keharmonisan keluarga, hubungan sosial, ketersediaan waktu luang, kondisi lingkungan, dan kondisi keamanan.Bila ditinjau lebih lanjut, terlihat bahwa warga perkotaan lebih bahagia dibanding pedesaan. Responden BPS hidup di kota level kebahagiaannya mencapai 65,92, lebih tinggi dari warga pedesaan maupun sub-urban di level 64,32.Ini sejalan dengan pengukuran kebahagiaan dari pendapatan rumah tangga. Lebih majunya perekonomian kota, membuat banyak responden dengan pendapatan di atas Rp 3 juta per bulan lebih bahagia.Secara lebih detail, responden dengan penghasilan Rp 3 juta hingga Rp 4,8 juta tingkat kebahagiaannya mencapai skala 70,3. Sementara, penduduk dengan pendapatan per bulan di bawah Rp 1,8 juta indeks kebahagiaannya cuma mencapai 61,8.Pengamat ekonomi Indef, Eny Sri Hartati, menilai tingginya ketimpangan ekonomi di Indonesia membuat perbedaan indeks kebahagiaan ini terjadi.Lalu apa saja penyebab penduduk kota lebih bahagia dibandingkan warga desa? Berikut merdeka.com mencoba merangkumnya.
Advertisement
Infrastruktur
Eny menyatakan timpangnya kondisi infrastruktur di kota dan desa menjadi salah satu penyebab gini ratio Indonesia tinggi. Ketimpangan tertinggi terjadi pada sektor software dibanding hardware."Akses informasi di pedesaan sangat sulit. Walaupun kondisi jalan maupun listrik juga demikian," tuturnya.Infrastruktur seperti diketahui merupakan instrumen pembangun perekonomian.
Advertisement
Kesehatan
Sulitnya kondisi akses kesehatan di pedesaan membuat tingkat kesejahteraan terangkat. Eny mencontohkan di mana balai kesehatan seperti Puskesmas di pedesaan hanya ada di kecamatan.Sementara, di perkotaan, sudah bertebaran klinik di tiap sudut kota. "Di desa semua minimal," ucapnya.
Advertisement
Pendidikan
Pendidikan juga menjadi penyebab bahagia atau tidaknya seseorang di negara ini. Penduduk tidak bersekolah cuma mencapai level 61,6 indeks kebahagiaannya. Lulusan SD juga kebahagiaannya hanya 63,9.Sementara, sarjana 72,6 dan S2/S3 mencapai 75,5. "Semakin tinggi pendidikan berpengaruh pada pendapatan mereka," kata Kepala BPS , Suryamin.Senada dengan BPS , Eny melihat memang akses pendidikan sudah hampir setara antara desa dan kota. Namun, perbedaan terletak pada kualitas sarana dan prasarana.
Advertisement
Lapangan pekerjaan
Eny mengatakan lapangan pekerjaan di pedesaan memang sebatas hanya di sektor pertanian dan perkebunan. Dari segi pengupahan memang sektor ini kalah dibandingkan buruh di kota."Upah buruh di kota memang lebih besar namun biaya hidup juga lebih tinggi. Secara riil kesejahteraan pasti di desa unggul," jelasnya.