7 Tanaman Pagar yang Bisa Meredam Kebisingan, Bantu Ciptakan Hunian Lebih Tenang

Inspirasi tanaman pagar yang bisa meredam kebisingan, solusi alami untuk bantu rumah menjadi lebih nyaman.

Ricka Milla Suatin
Oleh Ricka Milla Suatin - Reporter
7 Tanaman Pagar yang Bisa Meredam Kebisingan, Bantu Ciptakan Hunian Lebih Tenang
tanaman pucuk merah (AI Generated)

Kebisingan dari jalan raya, kendaraan, maupun aktivitas di lingkungan sekitar sering kali mengurangi kenyamanan di rumah. Selain memasang pagar atau dinding yang tinggi, tanaman pagar juga dapat menjadi solusi alami untuk membantu meredam suara.

Tanaman dengan tajuk yang lebat, daun rapat, serta pertumbuhan yang padat mampu memecah dan menyerap sebagian gelombang suara. Jika ditanam secara berlapis dan dirawat dengan baik, tanaman pagar dapat sekaligus meningkatkan privasi, mempercantik halaman, serta menciptakan suasana yang lebih sejuk.

Berikut daftar tanaman pagar yang bisa meredam kebisingan, dihimpun Merdeka.com dari berbagai sumber, Rabu (22/7).

1. Bambu Jepang (Pseudosasa japonica)

Model Teras Rumah dengan Pohon Peneduh Tanpa Membuat Gelap
Teras Vertical Garden dengan Bambu Jepang. Foto: Gemini

Bambu Jepang dikenal sebagai salah satu tanaman terbaik untuk membantu mengurangi kebisingan. Daunnya yang lebat dan batang yang tumbuh rapat mampu memecah gelombang suara sehingga suara dari luar rumah terdengar lebih redup.

Tanaman ini tumbuh membentuk rumpun padat sehingga sangat efektif dijadikan pagar hidup. Jika ditanam memanjang di sepanjang batas lahan, bambu Jepang dapat menciptakan penghalang alami yang cukup efektif terhadap suara kendaraan maupun aktivitas di sekitar rumah.

Agar hasilnya maksimal, bambu Jepang sebaiknya ditanam dengan jarak yang cukup rapat sehingga tidak menyisakan celah. Pemangkasan rutin juga diperlukan untuk menjaga kepadatan tajuk sekaligus mempertahankan bentuk pagar tetap rapi.

2. Bambu Kuning (Bambusa vulgaris 'Vittata')

Ilustrasi bambu kuning
Ilustrasi bambu kuning. (Foto oleh Oleksandr P: https://www.pexels.com/id-id/foto/pohon-bambu-320029/)

Bambu kuning juga termasuk tanaman pagar yang mampu membantu meredam kebisingan. Batangnya yang banyak serta dedaunan yang rimbun membentuk lapisan vegetasi yang efektif menghambat penyebaran suara.

Selain berfungsi sebagai peredam suara, bambu kuning memiliki tampilan yang menarik berkat warna batangnya yang khas. Tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai pagar alami pada rumah, taman, hingga area komersial yang berada di dekat jalan ramai.

Supaya tidak menyebar berlebihan, bambu kuning perlu dipangkas dan dirawat secara berkala. Dengan pertumbuhan yang sehat, tanaman ini mampu membentuk dinding hijau yang tebal dan memberikan perlindungan suara yang lebih baik.

3. Glodokan Tiang

Glodokan Tiang
Glodokan Tiang Foto: Wikimedia Commons

Glodokan tiang sering digunakan sebagai pagar hidup karena memiliki pertumbuhan yang rapat apabila ditanam berderet. Meskipun bentuknya cenderung tegak, tajuk yang saling bertemu dapat membantu mengurangi kebisingan dari luar.

Tanaman ini cocok ditanam di sepanjang pagar depan maupun samping rumah. Saat dipelihara dalam jumlah banyak, susunan daun dan cabangnya mampu memecah sebagian gelombang suara sekaligus mengurangi pantulan kebisingan.

Perawatan glodokan tiang relatif mudah karena cukup dilakukan penyiraman, pemupukan, dan pemangkasan rutin. Pemangkasan membantu menjaga tajuk tetap padat sehingga fungsi sebagai pagar peredam suara menjadi lebih optimal.

4. Pucuk Merah

pucuk merah
pucuk merah (AI Generated)

Pucuk merah merupakan salah satu tanaman pagar favorit karena memiliki daun yang tumbuh sangat rapat. Semakin padat susunan daunnya, semakin baik kemampuannya dalam membantu meredam kebisingan dari lingkungan sekitar.

Tanaman ini umumnya dipangkas secara rutin sehingga membentuk pagar hijau yang tebal. Bentuk tersebut membuat suara lebih banyak terpecah sebelum mencapai area rumah, terutama jika tanaman ditanam memanjang tanpa celah.

Selain berfungsi sebagai peredam suara, pucuk merah memberikan nilai estetika melalui warna daun mudanya yang kemerahan. Kombinasi fungsi dan tampilannya membuat tanaman ini cocok digunakan pada rumah bergaya minimalis maupun tropis.

5. Teh-tehan (Duranta erecta)

Ilustrasi Duranta erecta
Ilustrasi Duranta erecta (Photo by Polly Sadler on Unsplash)

Teh-tehan memiliki percabangan rapat dengan daun kecil yang tumbuh sangat padat ketika rutin dipangkas. Karakter tersebut membuatnya cukup efektif dijadikan pagar hidup untuk membantu mengurangi kebisingan ringan hingga sedang.

Tanaman ini sering dibentuk menjadi pagar setinggi satu hingga dua meter sesuai kebutuhan. Kepadatan tajuknya mampu memperlambat penyebaran suara sekaligus memberikan privasi yang lebih baik bagi penghuni rumah.

Pemangkasan secara berkala menjadi kunci agar pagar teh-tehan tetap rapat. Semakin padat struktur tanamannya, semakin besar pula kemampuannya dalam membantu menyerap dan memecah gelombang suara.

6. Ficus (Ficus benjamina atau Ficus microcarpa)

Ilustrasi tanaman ficus benjamina
Ilustrasi tanaman ficus benjamina. (Photo by Jay-Pee Peña 🇵🇭 on Unsplash)

Berbagai jenis ficus banyak dimanfaatkan sebagai pagar hidup karena memiliki daun lebat dan percabangan yang sangat rapat. Struktur vegetasinya mampu menjadi penghalang alami terhadap kebisingan apabila ditanam secara berderet.

Ficus juga memiliki kemampuan tumbuh cepat sehingga pagar hijau dapat terbentuk dalam waktu relatif singkat. Tajuknya yang tebal membuat tanaman ini sering digunakan sebagai sabuk hijau di kawasan perumahan maupun gedung perkantoran.

Agar tetap efektif, ficus perlu dipangkas secara berkala untuk mempertahankan kepadatan daun. Perawatan yang konsisten akan menghasilkan pagar hidup yang tidak hanya indah, tetapi juga lebih optimal dalam membantu mengurangi suara dari luar.

7. Cemara Norfolk (Araucaria heterophylla)

Pohon Hias Tinggi Ramping Cocok untuk Pagar Hidup di Halaman Rumah
Cemara Norfolk – Mewah & Megah. Foto oleh form PxHere

Cemara Norfolk dapat dimanfaatkan sebagai pagar penahan kebisingan apabila ditanam berjajar dengan jarak yang rapat. Cabang yang bertingkat dan dedaunannya membentuk massa vegetasi yang membantu memecah gelombang suara.

Tanaman ini sangat cocok digunakan pada lahan yang cukup luas sebagai pembatas area rumah. Seiring pertumbuhannya, deretan cemara akan membentuk penghalang hijau yang lebih efektif dalam mengurangi kebisingan sekaligus menahan angin.

Perawatan cemara Norfolk cukup mudah dengan penyiraman dan pemupukan secara berkala. Penanaman dalam beberapa lapisan akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan hanya satu baris tanaman.

Tips Agar Tanaman Pagar Lebih Efektif Meredam Kebisingan

Kemampuan tanaman dalam meredam suara tidak hanya ditentukan oleh jenisnya, tetapi juga cara penanamannya. Pagar hidup yang terdiri atas beberapa lapisan tanaman dengan tinggi berbeda umumnya lebih efektif dibandingkan satu baris tanaman saja.

Jarak tanam yang rapat juga berperan penting karena dapat mengurangi celah yang memungkinkan suara menembus ke dalam halaman. Selain itu, memilih tanaman yang memiliki daun lebat sepanjang tahun akan membantu menjaga efektivitas peredaman suara secara konsisten.

Untuk hasil yang lebih maksimal, tanaman pagar dapat dikombinasikan dengan pagar tembok, pagar batu alam, atau pagar besi yang dilengkapi vegetasi. Kombinasi tersebut mampu mengurangi tingkat kebisingan lebih baik sekaligus menciptakan lingkungan rumah yang hijau, sejuk, dan nyaman.

Pertanyaan dan Jawaban Seputar Tanaman Pagar yang Bisa Meredam Kebisingan

Apakah tanaman pagar benar-benar dapat meredam kebisingan?

Ya, tanaman pagar dapat membantu mengurangi tingkat kebisingan, meski tidak menghilangkan suara sepenuhnya. Daun, cabang, dan batang yang tumbuh rapat berfungsi memecah, menyerap, serta mengurangi pantulan gelombang suara. Efektivitasnya akan semakin baik jika tanaman ditanam dalam barisan yang padat atau beberapa lapis.

Tanaman pagar apa yang paling efektif untuk mengurangi suara dari jalan raya?

Bambu Jepang dan bambu kuning termasuk pilihan yang paling efektif karena memiliki rumpun padat, batang yang rapat, serta tajuk yang lebat. Selain itu, ficus, pucuk merah, dan teh-tehan juga cukup baik sebagai pagar hidup peredam kebisingan jika dipangkas secara rutin agar tetap rimbun.

Bagaimana cara membuat tanaman pagar lebih optimal dalam meredam kebisingan?

Tanam tanaman dengan jarak yang rapat agar tidak ada celah di antara tajuknya. Jika memungkinkan, gunakan kombinasi beberapa jenis tanaman dengan tinggi berbeda atau padukan pagar hidup dengan pagar tembok sehingga kemampuan meredam kebisingan menjadi lebih maksimal.

Rekomendasi