PDIP sebut 10 tahun memimpin, Presiden SBY belum berhasil

Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tidak bisa dijadikan instrumen untuk meratakan kesejahteraan rakyat.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
PDIP sebut 10 tahun memimpin, Presiden SBY belum berhasil
Rapat Paripurna DPR. ©2014 merdeka.com/muhammad lutfhi rahman

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai tidak ada keberhasilan yang dicetak oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama sepuluh terakhir. Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) tidak bisa dijadikan instrumen untuk meratakan kesejahteraan rakyat.

Tingkat pengangguran masih tinggi. Selain itu, pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh 20 persen penduduk kelas atas.

"Itu terbukti dari gini ratio yang meningkat hingga 0,413. Ini ketimpangan kaya dan miskin semakin melebar," ucap Juru Bicara fraksi PDIP Sayed Muhammad Mullady saat menyampaikan pandangan mengenai Rancangan APBN 2015 dalam sidang paripurna DPR-RI, Jakarta, Senin (26/5).

Terlepas dari itu, Sayed meminta pemerintahan saat ini memberikan modal anggaran yang besar bagi pemerintahan yang akan datang dalam R-APBN 2015. 

"Rancangan APBN 2015 ini sisa dari SBY - Boediono. Jadi APBN ini juga untuk pemerintah yang baru. Hendaknya memberikan ruang fiskal yang cukup menjalankan visi dan misinya," tegasnya.

Dalam RAPBN 2015, pertumbuhan ekonomi Indonesia ditetapkan sebesar 5 persen-5,6 persen. "Ini sudah mempertimbangkan lemahnya kondisi global dan perdagangan internasional."

Rekomendasi