Pemerintah diminta tak hanya andalkan utang

Belanja negara tahun depan harus bisa turunkan kemiskinan dan pengangguran.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pemerintah diminta tak hanya andalkan utang
utang. shutterstock

Pokok pendahuluan asumsi makro ekonomi dan postur anggaran negara 2015 telah disusun dan diajukan pemerintah ke DPR. Salah satu sorotan DPR terkait anggaran negara adalah masalah utang pemerintah.

Anggota DPR dari Fraksi PKB Chusnunia Chalim mendesak pemerintah membenahi komposisi anggaran agar defisit tidak terus melebar. Dengan terjaganya defisit maka pemerintah tidak perlu menambah utang untuk menutupi ini.

"Kebijakan anggaran, defisit fiskal anggaran 2015 sekitar 1,7-2,5 persen dari PDB karena kebijakan fiskal lebih ekspansif. Tapi ini jangan sampai melebar seperti tahun ini. Membayarnya jangan ambil utang dari SBN, dan harus hati-hati melihat ini, jangan sampai ada masalah dalam pembayaran," ucap Chusnunia dalam menyampaikan pendapat fraksi PKB di sidang paripurna DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5).

Secara umum dia memprediksi perkembangan perekonomian Indonesia pada 2015 akan semakin stabil. Dia berharap kondisi ini secara nyata bisa berdampak langsung ke masyarakat berupa pengurangan kemiskinan dan pengangguran.

"Belanja negara 2015 harus bisa turunkan kemiskinan dan pengangguran," tegasnya.

Dalam penyusunan anggaran tahun depan, pemerintah juga disarankan mengejar pendapatan negara dari sektor pajak. Terlepas dari itu, yang juga harus diwaspadai adalah potensi pembalikan arus modal asing.

"Mencermati pembalikan dana asing tiba tiba karena kita menganut sistem devisa bebas," tutupnya.

Rekomendasi