PT Bosowa Corporindo membantah akan mengakuisisi 50 persen saham Bank Bukopin. Bosowa hanya akan menambah kepemilikan hingga 30 persen saham Bank Bukopin atau setara 1,034 miliar hingga 1,45 miliar saham.
"Tidak mungkin. Itu tidak ada dalam rancangan kami, karena kalau itu ketahuan, kami akan kena teguran OJK. Kami sudah membaca aturan mengharuskan 30 persen. Posisi kami sekarang 18,4 persen dan nantinya setelah mendapat persetujuan dari OJK, kami nanti kepemilikan maksimum 30 persen," ujar Managing Director Bosowa, Sadikin Aksa saat di Gedung Bukopin Pusat, Jakarta, Kamis (21/5).
Menurutnya tahap akuisisi saat ini yang sedang dijalankan sudah memasuki tahap fit dan proper test dari regulator. "Saat ini sudah masuk tahap lanjutan soal rencana akuisisi kami. Pemegang saham sudah menyetujui, sekarang kami masuk tahap selanjutnya yaitu fit and proper test dari regulator."
Sadikin menyebut, akuisisi merupakan rancangan yang sudah disiapkan perusahaan dari dulu. Sesuai aturan yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI), perusahaan non-perbankan seperti Bosowa hanya boleh akuisisi 30 persen "Maka kami hanya mengakuisisi 30 persen porsi saham Bukopin sesuai dengan peraturan," tegasnya.
Namun demikian, Sadikin masih enggan menyebut berapa harga dan dana yang disiapkan untuk membeli saham Bukopin. "Soal harga tunggu setelah persetujuan OJK. Kami belum bisa expose karena kami terikat komitmen dengan pemegang saham yang lama," papar dia.
Sadikin juga mengatakan, pihaknya tidak akan mengakuisisi perbankan lain. Pasalnya Bosowa sudah mempunyai beberapa lembaga pembiayaan yang sehat dan kuat. "Tidak ada. Kami sekarang sudah mempunyai lembaga pembiayaan, kami sedang ekspansif juga di situ dengan tim market kami di Indonesia timur, kami akan komplit. Kami punya 2 lembaga pembiayaan, Sadira Finance dan Bosowa Finance yang sangat growth yang cukup bagus di grup kami," tutupnya.