Bank Indonesia (BI) memprediksi, pendeklarasian dua pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) baik Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla serta Prabowo dan Hatta Rajasa bakal berdampak positif pada kinerja investasi Tanah Air.
Gubernur BI Agus Martowardojo menyambut baik pendeklarasian kedua pasangan capres dan cawapres. Dia berharap pemilihan presiden hanya berlangsung satu putaran.
"Siapapun yang akan terpilih itu adalah dua pasang yang adalah pasangan yang masing-masing memiliki wawasan, mempunyai kemampuan untuk mengelola Indonesia," ujarnya di Gedung BI, Jakarta, Senin (19/5).
Dalam pandangan Agus Marto, kedua pasangan cukup mumpuni untuk menjadi pemimpin Indonesia lima tahun ke depan. Namun dia belum bisa memastikan apakah pasangan yang ada bisa menarik investor asing ke Tanah Air atau tidak.
"Saya tidak komentari soal itu, tapi dua pasang itu adalah cerminan dua pasang yang punya pengalaman, kemampuan yang bisa mengelola Indonesia ini," jelas dia.
Agus Marto menjelaskan, masuknya investasi bukan semata-mata karena gelaran pilpres saja.
"Bukan hanya dari luar tapi yang di dalam negeri sendiri, kan kita ada suplai dari masyarakat eksportir kita yang pegang dana valas besar dan mereka ada percaya bahwa ini saatnya mereka melepas dolar, dan itu mereka lakukan," ungkapnya.