Pasar bebas Asean, Kadin usul pekerja Indonesia dibuat 'kemasan

Sebanyak 50 persen penduduk usia kerja di Indonesia hanya lulusan sekolah dasar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Pasar bebas Asean, Kadin usul pekerja Indonesia dibuat 'kemasan
Pekerja tekstil. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Sebanyak 50 persen angkatan kerja alias penduduk Indonesia yang berada dalam usia produktif 15 tahun-64 tahun hanya lulusan sekolah dasar. Ini menjadi batu penghalang bagi pemerintah dalam memersiapkan diri menghadapi era pasar bebas Asean 2015.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Suryo B. Sulisto mengatakan pemerintah tak perlu pusing melihat kenyataan itu. Pemerintah hanya perlu memutar otak untuk menciptakan 'kemasan' yang membuat angkatan kerja di Indonesia tetap memiliki daya saing.

"Misalnya ada SDM unggul di industri kreatif, seperti seniman dan ahli kuliner tradisional. Jika  dilengkapi pemandu wisata profesional, mereka bisa 'dikemas' ke dalam sektor pariwisata," ucap Suryo di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (30/4).

Menurutnya, selama ini, pemerintah tidak mampu mengemas angkatan kerja Indonesia. "Akibatnya mereka harus berjuang sendiri memanfaatkan perusahaan internasional sebagai tenaga kerja musiman." 

Pariwisata menjadi salah satu  sektor ekonomi yang sedang berkembang. Tahun lalu, pariwisata Indonesia mampu menjaring 8,6 juta dan menghasilkan devisa sekitar USD 9 juta. 

Sektor ini juga mampu menyerap 10 juta tenaga kerja dengan total upah Rp 10 triliun.

"Dalam lima tahun ke depan saya yakin kunjungan akan dapat meningkat mencapai 15 juta wisatawan kalau ditangani secara terintegrasi," tegasnya.

Rekomendasi