Bencana asap Riau berpotensi gagalkan produksi minyak 19.800 bph

"Apabila terus berlanjut seperti ini, produksi minyak nasional akan ikut terancam."

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Bencana asap Riau berpotensi gagalkan produksi minyak 19.800 bph
Kabut Asap Riau. ©2014 Merdeka.com

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebut bencana kabut asap di Riau menyebabkan produksi minyak di wilayah itu sejak 11 Maret 2014 berpotensi hilang 19.800 barel per hari. Kehilang terbesar dialami oleh PT Chevron Pacific Indonesia (CPI)

"Apabila terus berlanjut seperti ini, produksi minyak nasional akan ikut terancam, mengingat Riau menjadi salah satu tulang punggung produksi minyak nasional," ujar  Kepala Bagian Hubungan Masyarakat SKK Migas Handoyo Budi Santoso, di Jakarta, Minggu (16/3).

Dia menguraikan, CPI harus kehilangan potensi produksi minyak sekitar 8.800 bph dari lapangan North Duri Cogen. Soalnya, jarak pandang yang minim membuat 537 sumur minyak, dan 19 unit pompa injeksi air ditutup. Beberapa kegiatan konstruksi dan perawatan fasilitas produksi juga harus dihentikan.

"Juga akan mengakibatkan kenaikan biaya operasional rig karena sampai saat ini tercatat penundaan operasi pengeboran setidaknya sudah terjadi selama 800 jam dari 15 rig," ungkap Handoyo.

Kemudian, PT BOB-Bumi Siak Pusako selaku pengelola lapangan migas Coastal Plains and Pekanbaru (CPP) juga mengalami gangguan operasi.  Akibatnya, potensi produksi minyak sebesar 4.000 bph hilang.

Lalu, produksi migas di Blok Malacca Strait yang dikelola EMP Malacca Strait juga terganggu. Potensi produksi yang hilang mencapai 7.000 bph.

"Kami berharap semua pihak bisa saling bekerja sama untuk segera mengatasi masalah ini supaya gangguan terhadap produksi tidak berlangsung semakin lama," pungkas Handoyo.

Rekomendasi