Rusdi Kirana klaim semua orang butuh Lion Air

"Penumpang hari ini marah. Besok masih naik," ujar bos Lion Air, Rusdi Kirana.

Bimo Pratomo
Oleh Bimo Pratomo - Reporter
Rusdi Kirana klaim semua orang butuh Lion Air
Rusdi Kirana berkunjung ke merdekacom. ©2014 Merdeka.com/Imam Buhori

Siapa tidak mengenal maskapai penerbangan berlogo singa merah, Lion Air? Maskapai yang terkenal karena tarif murah ini sudah menghiasi angkasa Indonesia sekitar 14 tahun.Namun, dalam 14 tahun perjalanannya, tidak selamanya perjalanan bisnis Lion Air mulus. Permasalahan mulai dari kecelakaan, pilot mogok, terlambat terbang hingga bagasi dirusak pernah dialaminya.Direktur Utama Lion Air , Rusdi Kirana , mengungkapkan segala permasalahan yang menimpa maskapainya tak lantas membuatnya khawatir bangkrut. Pasalnya, meski sudah dikecewakan berulang kali, masyarakat Indonesia tidak akan bisa lepas dari Lion Air ."Penumpang hari ini marah. Besok masih naik," ujarnya saat berbincang dengan merdeka.com di Jakarta, kemarin.Rusdi mengungkapkan alasan maskapainya tetap menjadi pilihan penumpang. Lion Air memiliki keunggulan dari tingginya frekuensi penerbangan dalam satu rute. "Orang boleh marah ke Lion Air . Tapi kok dia naik lagi? Soalnya kalau naik maskapai lain rutenya sehari 2 kali. Sementara, kita bisa 15 kali. Jadi bila telat sekarang terus bisa naik selanjutnya," tuturnya.Hal ini didukung dengan banyaknya armada pesawat yang dimiliki Lion Air . Menurut Rusdi, saat ini pihaknya memiliki sekitar 140 pesawat dan masih akan terus bertambah.

Selain itu, jangkauan Lion Air saat ini sudah sangat tinggi. Saat ini, tambahnya, Lion Air telah memiliki 72 rute penerbangan menuju sejumlah kota. Kelebihan ini yang membuatnya yakin Lion Air bakal tetap eksis."Itu yang buat load factor (tingkat keterisian) kita 90 persen," ucapnya.Rusdi menanggapi masalah yang belum lama ini menimpa maskapainya yakni perusakan bagasi penumpang. Rusdi mengatakan hal ini bukan masalah besar buatnya. Sebab, tidak mungkin mengawasi seluruh barang milik ratusan penumpang."Penumpang 100.000-an. Satu penumpang satu bagasi itu berarti 100.000 bagasi. Belom yang 2 bagasi. Itu baru satu hari. Dan bayangkan penerbangan kita itu sampai ke 72 kota," ungkapnya.Seperti diketahui, kasus bagasi hilang di maskapai Lion Air kembali terjadi pada Jumat tanggal 3 Januari lalu. Kali ini korbannya adalah Titi Yusnawati, istri Kasat I Direktorat Narkoba Polda Kalbar AKBP Fransetyono.Titi kehilangan sejumlah perhiasan yang disimpan di dalam koper saat penerbangan dengan Lion Air JT 715 dari Pontianak tujuan Jakarta.Kasus lainnya menimpa sehari sebelumnya atau pada Kamis, 2 Januari. Nicholas Harianja, penumpang Lion Air di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, kaget bukan kepalang ketika mendapati bagasinya sudah teracak-acak saat tiba di bandara tersebut.Nicholas bercerita dia tiba dari Bandara Soekarno Hatta dengan Lion Air JT 0210. "Ketika tiba di Kuala Namu, ternyata tas itu sudah diacak-acak," kata Nicholas kesal.Nicholas mengaku telah melaporkan persoalan tersebut kepada manajemen Lion Air , namun tidak mendapat respons yang baik.

Rekomendasi