Pertamina kesal kisruh elpiji 12 Kg dicampuri unsur politik

"Ini persis seperti melempar mercon (petasan), ketika sudah meledak semua lari," ucap Ali.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Pertamina kesal kisruh elpiji 12 Kg dicampuri unsur politik
harga elpiji 12 kg naik. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Polemik kenaikan harga elpiji 12 Kilogram belum lama ini ternyata meninggalkan kesan tersendiri bagi PT Pertamina. Sebagai perusahaan BUMN, Pertamina merasa ditekan secara politik oleh beberapa pihak. Dari campur tangan politik tersebut akhirnya kenaikan elpiji 12 Kilogram direvisi dari Rp 3.500 menjadi Rp 1.000 per Kilogram.Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir menyesalkan sikap pemerintah seolah membalikkan badan dan tidak mau disalahkan atas kenaikan harga elpiji 12 Kilogram"Ini persis seperti melempar mercon (petasan), ketika sudah meledak semua lari. Ini repotnya kalau komoditas ekonomi jadi komoditas politik," ujar Ali di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (14/1).Menurut Ali, terdapat beberapa pemangku kepentingan yang meributkan langkah Pertamina menaikkan harga, seperti DPR, pemerintah dan masyarakat. Hal itu menyebabkan kehebohan yang sangat besar."Bahkan, harga sudah diturunkan masih dibikin ramai," terang Ali.Ali mengakui, sebenarnya Pertamina berencana akan menaikkan harga sampai Rp 5.000 per Kilogram untuk menyesuaikan dengan harga keekonomian. Tetapi, Pertamina urung melakukan hal itu karena mempertimbangkan kepemilikan saham perseroan berada di tangan pemerintah."Sebagai korporasi, idealnya seperti itu. Tapi, kita kan BUMN yang dimiliki pemerintah juga," pungkasnya.

Rekomendasi