Andalkan MP3EI, Indonesia tetap tak mampu kejar negara maju

MP3EI hanya untuk mengejar ketinggalan Indonesia di sektor infrastruktur, bukan menjadikan Indonesia negara maju.

Ahmad Baiquni
Oleh Ahmad Baiquni - Reporter
Andalkan MP3EI, Indonesia tetap tak mampu kejar negara maju
Pembangunan Jalan layang non tol Kampung Melayu-Tanah Abang. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur menjadi fokus pemerintah dalam kerangka menggenjot laju pertumbuhan perekonomian nasional. Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) menjadi dokumen cetak biru rencana-rencana pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menjadi sosok yang berdiri di garda terdepan untuk implementasi MP3EI. Jika realisasinya berjalan lancar, Indonesia diyakini bisa sejajar dengan negara maju dan masuk dalam daftar negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Namun, Kepala Pusat Kebijakan Energi dan Industri Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Heru Dewanto punya pandangan berbeda. Dia justru pesimis, MP3EI bisa menjadikan Indonesia masuk dalam daftar negara maju.

"Kalau bicara infrastruktur di MP3EI, yang kita lakukan adalah mengejar ketertinggalan. Itu harus kita bangun karena memang kita tertinggal. Tapi apakah bisa menjadi 12 besar ekonomi dunia, itu cerita yang berbeda," ujar Heru di Jakarta, Selasa (12/11).

Heru mendasarkan pendapatnya pada dinamika yang cepat berubah di kancah perekonomian global. Menurut dia, proyeksi MP3EI tidak akan pernah tercapai jika penerapannya tidak memperhatikan dinamika perekonomian dunia.

"Kalau kita membuat asumsi hari ini, sementara ke depan asumsi dunia berubah, maka proyeksi itu tidak akan tercapai," ungkap Heru.

Dia mencontohkan, Amerika Serikat pernah menjadi negara rujukan untuk infrastruktur dunia. Kala itu, menurut dia, sejumlah negara seperti Jepang dan China mencoba menyaingi kejayaan Amerika Serikat.

"Tetapi ketika Amerika Serikat beralih ke teknologi, dunia tergopoh-gopoh," terang Heru.

Lebih lanjut, Heru menerangkan, Indonesia harus berupaya lebih keras jika benar-benar ingin menjadi magnet dunia.

"Indonesia harus melakukan lebih dari sekadar membangun. Itu tugas pemerintah," tegasnya.

Rekomendasi