Saham jejaring sosial microblogging Twitter harus menelan pil pahit sehari sesudah perdana melantai di bursa. Saham dengan kode TWTR ini harus melemah sekitar 7 persen pada perdagangan kemarin.
Dilansir dari situs asiaone.com, nilai saham Twitter pada Jumat (9/11) rontok 7,24 persen ke USD 41,64 per lembar. Setelah pada perdagangan perdana di New York Stock Exchange menguat tajam 72,69 persen.
Analis Wall Street, Jon Ogg, mengatakan saham Twitter laiknya euforia Initial Public Offering (IPO). Pasalnya, nilai perdagangan Twitter saat ini mencapai 50 kali.
"Ini sesuatu yang tidak pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir," ujarnya.
Sejumlah analis melihat lonjakan nilai perdagangan Twitter ini disebabkan oleh kebijakan perusahaan yang masih menyimpan cadangan saham untuk diperdagangkan kemudian hari.
Sebelumnya, Saham Twitter pada hari perdana perdagangan dijual seharga USD 26 atau setara Rp 295.454 per lembar saham.
Twitter berharap dari penjualan sahamnya ini akan meraup dana segar sebesar USD 18 miliar atau setara Rp 204,54 triliun. Angka ini dapat meningkat USD 1,8 miliar jika melihat masih adanya opsi lain seperti melepas saham secara terbatas.
Perseroan dengan kode bursa 'TWTR' ini melepas sekitar 70 juta lembar saham saat Initial Public Offering (IPO). Perseroan juga memiliki opsi untuk menjual 10,5 juta lembar saham kembali.