Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia sempalan yang diinisiasi Oesman Sapta Odang, bertekad ingin memulai sejarah baru. Mereka bertekad untuk menjadi bagian dari kebangkitan perekonomian Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Kadin Sempalan, Rizal Ramli, dalam pembukaan Munas VII, di Jakarta, Selasa (22/10)
Rizal mengatakan, kondisi perekonomian nasional saat ini sedang berada pada titik rawan karena banyaknya defisit terutama di neraca perdagangan. Untuk itu, Kadin harus terlibat untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia.
"Kita ingin pengusaha tidak memanfaatkan Kadin untuk kepentingan sendiri dan bisnis semata. Kadin harus fokus untuk dapat terlibat pada pembuatan kebijakan," ungkap Rizal.
Dia menambahkan, sudah saatnya para pengusaha tidak tinggal diam terhadap proses pembuatan kebijakan pembangunan ekonomi nasional. Dengan begitu, dia yakin ekonomi Indonesia bisa tumbuh di atas sepuluh persen.
"Kalau itu terjadi, Indonesia akan menjadi negara kuat, sama kuatnya dengan China dan Jepang. Dan Kadin akan sangat berwibawa."
Munas VII Kadin sempalan ini diselenggarakan sebagai bentuk pelaksanaan hasil Munas Luar Biasa Kadin di Pontianak enam bulan lalu. Munas diklaim diikuti oleh 27 dari 33 Kadin daerah dan 25 asosiasi pengusaha.
Sebagai informasi, Munaslub Pekanbaru digelar untuk melengserkan Suryo Bambang Sulisto dari jabatan ketua umum Kadin. Menyusul ketidakpuasan dari sejumlah pengurus Kadin daerah atau anggota Kadin atas kinerja Suryo selama memegang posisi tersebut.
Peserta Munaslub itu kemudian mengamanahkan Oesman Sapta Odang untuk mempersiapkan Munas VII. Dalam Munas ini, Ekonom Rizal Ramli diangkat sebagai ketua umum, Pengusaha, Setiawan Djodi, sebagai ketua dewan penasehat, dan Oesman Sapta Odang sendiri sebagai ketua dewan pertimbangan.