ORI010 tinggi peminat, BNI catat permintaan sampai Rp 2,73 T

Dengan imbal hasil yang mencapai 8,5 persen per tahun, ORI010 mampu menarik minat investor ritel.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
ORI010 tinggi peminat, BNI catat permintaan sampai Rp 2,73 T
Bank BNI. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

PT Bank Negara Indonesia Tbk mencatat hasil penjualan obligasi negara ritel seri ORI010 ialah sebesar Rp 3,5 triliun. Direktur Tresuri & Financial Institution BNI, Adi Setianto, mengatakan tingginya minat masyarakat untuk memiliki produk keuangan terbaru sudah terlihat sejak awal masa penawaran dibuka pada tanggal 20 September dan ditutup pada 4 Oktober 2013.

"Hasil pengumpulan minat pembelian ORI010 melalui BNI hingga tanggal 18 September 2013 saja sudah sebesar Rp 2,73 triliun," ujar Direktur Tresuri & FI BNI, Adi Setianto di Jakarta, Senin (7/10/2013).

Menurut Adi, untuk meningkatkan minat masyarakat pada produk ORI010 ini, BNI turut membantu pemerintah menyosialisasikan produk keuangan ini dengan menggelar Customer Gathering ORI010 di enam kota, yaitu Tanjung Karang, Denpasar, Semarang, Manado, Pekanbaru, dan Jakarta. Dalam sosialisasi ini, BNI mengundang nasabah-nasabah yang berpotensi untuk membeli ORI010.

Sesuai dengan agenda yang ditetapkan pemerintah, tanggal 9 Oktober 2013 ditetapkan sebagai tanggal penerbitan ORI010. Hanya Warga Negara Indonesia (WNI) perorangan dan memiliki Kartu Tanda Penduduk yang dapat memiliki obligasi ritel ini di pasar perdana.

Dengan menyediakan uang sebesar Rp 5 juta rupiah, masyarakat yang telah memenuhi kriteria dapat menjadi pemegang ORI010. Pada seri ORI010 ini juga telah ditetapkan maksimal pembelian hingga Rp 3 miliar per orang, dengan tujuan agar dapat mengakomodir WNI yang berminat menjadi investor secara maksimal.

Pencatatan ORI010 di Bursa Efek Indonesia dilakukan satu hari setelah tanggal penerbitannya, yaitu pada tanggal 10 Oktober 2013. Setelah pencatatan di bursa, ORI010 baru dapat ditransaksikan kembali secepatnya setelah tanggal 15 November 2013. Transaksi pada pasar sekunder ini, juga dapat dinikmati oleh nasabah non individu.

Selain BNI, PT Bank CIMB Niaga Tbk. juga berhasil menjual seluruh jatah yang diberikan pemerintah untuk ORI010, yakni sebesar Rp 247 miliar selama masa penawaran yang berlangsung 20 September hingga 4 Oktober 2013. Perseroan juga melihat minat masyarakat cukup tinggi terhadap instrumen baru yang diterbitkan pemerintah ini.

Head of Preferred, Private & Wealth Management & Consumer Liabilities Business CIMB Niaga, Budiman Tanjung, mengatakan, hal ini terbukti di hari pertama masa penawaran, di mana jumlah pendaftaran serta nilai pemesanan yang diterima mencapai lebih dari 50 persen dari jatah yang diberikan pemerintah kepada CIMB Niaga. Tercatat 809 investor ritel terdaftar sebagai pembeli ORI010 di CIMB Niaga dengan nilai Rp 247 miliar.

"Minat masyarakat terhadap jenis investasi yang memberikan imbal hasil menarik seperti ORI010 ini terus meningkat. Dengan imbal hasil yang mencapai 8,5 persen per tahun, ORI010 mampu menarik minat investor ritel," ungkap Budiman.

"Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan membeli ORI010, antara lain pembayaran kupon dan pokok sampai dengan jatuh tempo dijamin oleh Undang-undang SUN, sehingga investor tidak perlu khawatir dananya akan hilang," tambah Budiman.

Selama berlangsungnya masa penawaran ORI010 ini, lanjut Budiman, CIMB Niaga juga melakukan customer gathering ke sejumlah kota di Tanah Air, diantaranya Palembang, Makassar dan Tegal. Dipilihnya kota-kota tersebut, sesuai masukan pemerintah agar penawaran ORI010 tidak hanya dilakukan di kota-kota besar saja.

Rekomendasi