Bayar utang, VIVA gali lubang tutup lubang

Perseroan membuka pada seluruh perbankan yang ingin memberi pinjaman dengan tenor 4 tahun dan bunga di bawah 9 persen.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Bayar utang, VIVA gali lubang tutup lubang
TVone. ©2012 Merdeka.com/dok

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) akan melunasi utang di luar perbankan yang tercatat sebesar Rp 150 miliar untuk 2 unit anak usahanya yaitu antv dan tvOne. Sedangkan untuk Vivanews.com utangnya tercatat Rp 300 juta.

Direktur Keuangan VIVA Charlie Kasim mengatakan saat ini perseroan tengah mencari pinjaman sebesar USD 90 juta. Pinjaman itu akan digunakan perseroan untuk membayar utang perusahaan yang akan jatuh tempo pada Februari 2014 mendatang.

"Selain utang Deutche Bank senilai USD 80 juta, kami juga akan lunasi utang sama anak usaha, yang pasti semua disesuaikan sama kebutuhan, kita mau minjem harus ada return yang jelas," ujarnya usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) VIVA di Gedung antv, Jakarta, Rabu (2/10).

Menurutnya, perseroan membuka segala kemungkinan kepada perbankan baik lokal maupun asing untuk bersedia memberikan pinjaman untuk jangka panjang pinjaman 4 tahun

"Kami akan mencari pinjaman jangka panjang dengan bunga di bawah 9 persen. Kita berusaha mencari pinjaman baik Dolar maupun Rupiah tapi prefer ke Rupiah," jelas dia.

Sebagai informasi, semester I 2013 VIVA mencatatkan pendapatan tumbuh sebesar 32,2 persen dari Rp 545,9 miliar pada semester I 2012 menjadi Rp 721,8 miliar. EBITDA melonjak dari Rp 133,1 miliar pada semester I 2012 menjadi Rp 230,9 miliar. Dengan demikian margin EBITDA semester I 2013 mencapai 32 persen atau melonjak dari 24,4 persen pada semester I 2012.

Lonjakan EBITDA ini dipicu oleh stabilnya biaya program dan broadcast sehingga rasio beban P&B terhadap pendapatan menurun dari 33,5 persen menjadi 28,4 persen. Dengan adanya lonjakan EBITDA ini maka laba bersih semester I 2013 mengalami lonjakan yang cukup tinggi hingga 61,3 persen dari Rp 17,3 miliar menjadi Rp 27,9 miliar.

Rekomendasi