Setelah menjadi pemegang merek mobil Scania asal Swedia, anak perusahaan Grup Astra PT United Tractors Tbk (UNTR) bakal menjelajah lini bisnis baru bidang transportasi. Kali ini, perseroan menargetkan sanggup menjual 50 unit bus setiap tahunnya.Sekretaris Perusahaan UNTR, Sara Lubis, mengatakan perseroan telah mengenalkan dua bus premium, yakni Scania K360B dan K310B. Bus ini telah ditawarkan ke sejumlah Perusahaan Otobus (PO)."Kami telah menjual bus premiumnya ini ke PO Bus San Putra Sejahtera asal Bandung, Jawa Barat dan PO Bus Nusantara," ujarnya saat acara Buka Puasa Bersama Astra International, Jakarta, Selasa (23/7) malam.Menurutnya, bus premium ini memang di desain laiknya transportasi pesawat terbang. Tentunya, kenyamanan pun sangat menjadi andalan perseroan sehingga banyak PO yang memesan kepada perseroan.Kendati demikian, dia mengaku memang untuk menjadikan bus yang bagus dan nyaman ini, perseroan harus mengeluarkan kocek tidak murah karena sasis bus mewah harus itu didatangkan dari negara Swedia."Untuk membeli satu sasis bus mewah tersebut, kami harus mengeluarkan dana sebesar Rp 1 miliar," jelas dia.Perakitan bus tersebut telah ada di Indonesia. Perakitan dilakukan di bengkel perseroan atau biasa disebut Completely Knocked-down (CKD). Kapasitas produksi di CKD saat ini mencapai 200 unit per tahun. Sementara saat ini, perseroan baru berhasil menjual 50 unit per tahunnya.Sara mengatakan alasan perseroan menjamah bisnis ini karena potensi bisnis pariwisata di Tanah Air saat ini dan ke depan diperkirakan bakal meningkat. Ditambah dengan meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia setiap tahunnya dan akan menjadi pasar tersendiri untuk bisnis perjalanan wisata."Kami akan serius mengembangkan bisnis yang sudah memasuki tahun kedua yaitu, bus premium. Memang saat ini kontribusinya masih kecil, kami berharap bisnis baru ini ke depannya bisa memberikan kontribusi lebih besar dari saat ini," ungkapnya.Namun sayangnya, Sara tidak menyebutkan berapa besar kontribusi dari bisnis penjualan bus yang terbilang baru ini terhadap pendapatan Perseroan.Selain itu, perseroan mengaku hingga semester pertama ini pihaknya telah merealisasikan sekitar 50 persen dari total dana belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dianggarkan tahun ini sebesar USD 300 juta."Penyerapan dana capex paling besar digunakan untuk pembelian alat-alat berat PT Pamapersada Nusantara (PAMA) yang merupakan anak usaha dari UNTR. Dananya dipakai untuk pemeliharaan alat. Adapun sisa dana capex untuk tambang atau infrastruktur di bidang tambang," tutup dia.
UNTR seriusi penggarapan sektor transportasi pariwisata
Perseroan menargetkan sanggup menjual 50 unit bus setiap tahunnya.
Rekomendasi