Perusahaan pertambangan batu bara, Bumi Plc tengah mempertimbangkan untuk menjual 23,8 persen saham yang dimiliki oleh keluarga Bakrie ke pasar untuk mendapatkan dana segar. Tentunya, hal ini sangat berbeda dengan rencana perseroan sebelumnya yang menegaskan untuk membatalkan penjualan tersebut.
Laman Reuters pada Senin (1/7) menulis rencana ini akan membuat Bumi harus mengembalikan sejumlah uang kepada para pemegang saham dengan total mencapai USD 300 juta atau setara Rp 2,9 triliun, seperti yang dikutip pada Sunday Telegraph, meski tidak menyebutkan sumbernya.
Seperti diketahui, Bumi didirikan oleh seorang miliuner asal Inggris, Nat Rothschild dan keluarga Bakrie. Namun, selama dua tahun terakhir perseroan mengalami kejatuhan akibat dari aturan finansial dan bergejolaknya harga batu bara.
Saat ini para anggota dewan berencana merombak perseroan dengan cara berpisah dengan keluarga Bakrie dan berkonsentrasi pada 85 persen saham yang dimiliki oleh Berau, sebagai lawan dari saham minoritas yang terdaftar di Jakarta, Bumi Resources.
Namun demikian, potensi dari penjualan saham Bakrie dapat menjadi sebuah titik ketegangan antara Rothschild dan keluarga Bakrie beserta pemegang saham lainnya.
Akan tetapi Bumi menolak untuk mengomentari laporan tersebut.
Bumi mengatakan bulan lalu bahwa pihaknya telah menyelesaikan kajian penyimpangan dalam rekening Berau, yang mengidentifikasi pengeluaran USD 201 juta tanpa tujuan bisnis yang jelas.