Kalau Merpati ditutup, negara rugi Rp 3 triliun

Jika menyelamatkan Merpati, negara harus mengeluarkan dana Rp 1 triliun.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Kalau Merpati ditutup, negara rugi Rp 3 triliun
Pesawat merpati. ©jetphotos.net

Penyakit dalam tubuh maskapai Merpati Nusantara Airlines bisa dibilang cukup kronis. Selain masalah internal yang tidak kompak, masalah utang disebut-sebut menjadi salah satu penyebab Merpati sulit terbang tinggi dan bersaing dengan maskapai lain.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan pernah berujar Merpati bisa bernasib sama dengan Batavia Air yang sudah dinyatakan pailit atau bangkrut. Jajaran manajemen Merpati terus merengek agar negara membantu menghapus utang perusahaan.

Dahlan Iskan mengaku tengah memikirkan solusi agar Merpati bisa keluar dari keterpurukan dan lilitan utang. Termasuk kemungkinan merestrukturisasi atau memutihkan utang meski Dahlan pernah bersikeras tidak akan memberi suntikan modal negara ke maskapai tersebut.

Dahlan menyebut tak ada jalan keluar lain bagi Merpati jika penghapusan utang gagal. Di mata pengamat BUMN Said Didu, maskapai ini masih bisa diselamatkan. Menurutnya, lebih baik negara menyelamatkan Merpati.

"Kalau disehatkan, hanya butuh dana sekitar Rp 1 triliun," ujar Said kepada merdeka.com, Sabtu (7/4).

Said menyebutkan, akan lebih berat jika Merpati ditutup. Sebab, negara harus mengeluarkan dana yang lebih besar jika maskapai ini benar-benar ditutup.

"Kalau ditutup itu akan mengeluarkan uang di atas Rp 3 triliun," katanya.

Mantan Sekretaris menteri BUMN ini mengatakan, dengan kalkulasi tersebut, akan lebih baik jika ada upaya penyelamatan maskapai ini. Termasuk strategi untuk mengatasi persoalan utang yang melilit perusahaan. Kebijakan yang dikeluarkan harus konsisten dan tidak berubah-ubah.

"Kalau bicara ekonomi, sehatkan saja," tegasnya.

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta Dahlan Iskan menyelesaikan kasus dalam tubuh Merpati. Bukan hanya itu, DPR juga meminta Dahlan untuk melepaskan Merpati dari lilitan utang yang membuat perusahaan tidak bisa maju.

Anggota Komisi VI DPR, Ferrari Romawi mengatakan Dahlan harus aktif mengurusi Merpati. Dia juga menegaskan, Dahlan tidak boleh menutup Merpati walaupun sekarang sangat susah untuk dihidupkan.

"Itu harus ada kebijakan Dahlan untuk menyelesaikan Merpati. Kalau buat Komisi VI, Merpati tidak boleh tutup," jelasnya beberapa waktu lalu.

Ferrari mengatakan Dahlan boleh menggunakan segala cara untuk menghidupkan Merpati termasuk meminta modal negara dalam bentuk PMN. Dahlan dipersilakan untuk mengajukan permintaan modal negara agar dapat dibicarakan bersama DPR.

Rekomendasi