Danet Suryatama, pencipta mobil listrik Tucuxi yang menjadi kebanggaan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, nampaknya tidak bisa menyembunyikan lagi kekecewaannya. Terutama setelah mobil listrik sejenis Ferrari tersebut menabrak tebing di Magetan, Jawa Timur, beberapa pekan lalu.
Danet menuding mobil tersebut sengaja ditabrakkan dan dihancurkan bagian luarnya agar teknologi yang diciptakan Danet lebih mudah diketahui.
"Mobilnya hancur luarnya. Karena luarnya hancur, maka bagian dalamnya makin bisa lebih mudah dipelajari," ungkap Danet dalam keterangan tertulis yang diterima merdeka.com, Minggu (13/1).
Dia sekaligus membantah pernyataan Dahlan yang menyebutkan bahwa sistem pengereman Tucuxi tidak sempurna karena tidak adanya gearbox. "Tidak benar bahwasanya pengereman Tucuxi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan rem (tanpa menggunakan mesin) seperti dinyatakan oleh Pak Dahlan," katanya.
Dia menuturkan, ada beberapa cara melakukan pengereman regenerative pada Tucuxi, yaitu mengangkat kaki dari pedal gas untuk memperlambat kendaraan atau ganti driving selection. Dengan pengereman regenerative, mesin/motor akan memperlambat kecepatanputarnya untuk berfungsi sebagai generator mengisi ulang baterai.
Ketiadaan gearbox dalam mobil listrik yang menghabiskan dana Rp 3 miliar tersebut sudah diperhitungkan. "Tucuxi adalah mobil yang di desain tanpa menggunakan gear box (atau multi gear transmission system). Tucuxi didesain menggunakan single speed reduction gear (satu gigi penurun kecepatan) sebagai transmisinya," jelasnya.