Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menyita perhatian publik setelah mobil listrik Tucuxi sejenis Ferrari mengalami kecelakaan di Magetan, akhir pekan lalu.
Dahlan Iskan adalah salah satu tokoh dan pejabat yang paling bersemangat menjadikan mobil listrik sebagai mobil nasional. Dahlan selalu terlihat tampil di depan publik dan berdiri di barisan terdepan untuk memperkenalkan mobil listrik, mulai dari Ahmadi yang mirip Hyundai Atoz hingga yang terbaru Tucuxi merah sejenis Ferrari.
Geliat mobil listrik memang berhasil dipopulerkan oleh Dahlan. Pembuatan mobil listrik oleh anak negeri bertujuan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara lain seperti Jepang atau Amerika. Itu adalah cita-cita dan harapan Dahlan.
Tidak heran jika selama ini dia kerap beraksi menggunakan mobil listrik di setiap kesempatan. Mulai dari dipamerkan di depan publik, digunakan ke DPR dan Istana Negara, hingga test drive ke luar kota yang akhirnya mobil listriknya senilai Rp 3 miliar harus berakhir tragis.
Berikut catatan yang aksi Dahlan dengan mobil listriknya, baik Ahmadi maupun Tucuxi yang dihimpun merdeka.com.
Advertisement
Biasanya, setiap ada produk mobil terbaru, produsen mobil selalu menggunakan ruangan tertutup untuk pameran. Tapi, Menteri BUMN Dahlan Iskan punya cara sendiri untuk memperkenalkan mobil yang baru diproduksi.
Dahlan memilih menggunakan ruang terbuka untuk 'menggelar pameran' mobil listrik baik mobil listrik hijau Ahmadi maupun mobil Tucuxi merah sejenis Ferrari.
Dahlan 'menggelar pameran' mobil listrik Ahmadi di depan kantor BPPT di Jalan Sudirman-Thamrin. Saat itu, Dahlan sendiri yang mengendarai Ahmadi dari bengkel pembuatannya di daerah Depok, Jawa Barat.
Mantan Dirut PLN ini juga 'menggelar pameran' mobil listrik Tucuxi di ruang terbuka. Awalnya Dahlan akan memamerkan Tucuxi di Monas, tapi akhirnya batal dan dialihkan ke Senayan.
Advertisement
Salah satu aksi Menteri BUMN Dahlan Iskan dengan mobil listrik yang belum lepas dari ingatan kita adalah kejadian mogok di tengah jalan.
Mobil listrik yang diboyong Dahlan dari Depok menuju kantor BPPT di Thamrin mogok di depan kedutaan Jepang, sekitar 1 km dari kantor BPPT. Saat itu, baterainya habis.
Dahlan mengaku telah berbuat kesalahan yang menyebabkan mobil tersebut tidak finish dengan mulus di tempat tujuan. Dia terlalu main-main dengan pedal gas yang membuat boros pemakaian listriknya.
Dahlan mengaku bermain-main dengan pedal gas lantaran ingin menguji daya tariknya semaksimal mungkin. Namun dia salah, keisengannya tersebut justru membuat pemakaian listrik sangat boros.
Advertisement
Menteri BUMN Dahlan Iskan punya kebiasaan khusus saat uji coba (test drive) kendaraan, yakni memacu kendaraan dengan cepat atau ngebut.
Saat uji coba mobil listrik Ahmadi, Dahlan mengaku sempat memacu Ahmadi hingga batas kecepatan 100 km/jam. Aksi itu dilakukan di jalan tol.
Hal serupa juga dilakukan terhadap mobil listrik Tucuxi merah sejenis Ferrari. Mobil listrik yang tiba di kantor Jasindo, Kamis (20/12), langsung disambut antusias oleh Dahlan.
Saat itu, Kabag Humas Kementerian BUMN, Faisal Halimi mengatakan bahwa mobil tersebut langsung dibawa Dahlan menuju bandara. Di perjalanan menuju bandara, Dahlan pun dikabarkan sempat menguji daya kekuatan dan kecepatan mobil seharga Rp 3 miliar tersebut.
Advertisement
Menteri BUMN Dahlan Iskan tidak hanya beraksi dengan mobil listriknya di depan, tapi juga di depan pejabat. Bahkan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Saat rapat kabinet paripurna di Istana Negara, mobil listrik Ahmadi berwarna hijau, terparkir berjajar dengan beberapa mobil Toyota Crown yang menjadi mobil dinas menteri.
Tadinya, mobil tersebut berada di gedung Graha Pena, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Namun, Dahlan meminta agar mobil tersebut dibawa ke Istana Negara.
Tidak hanya di depan presiden dan koleganya di kabinet, Dahlan juga memamerkan kendaraan kebanggaannya tersebut ke politisi di Senayan. Di tengah perseteruan terkait laporan Dahlan mengenai adanya politisi pemalak BUMN, Dahlan dipanggil ke DPR. Dahlan mengendarai mobil listrik Ahmadi ke gedung DPR, Senayan dan cukup berhasil menarik perhatian anggota DPR dengan aksinya tersebut.
Advertisement
Sebelum menempuh perjalanan 1.000 kilometer, mobil listrik Tucuxi dimandikan dengan air empat sumur dari empat penjuru mata angin di Solo. Mobil listrik Tucuxi singgah di Solo, Sabtu (5/1).
Mobil seharga Rp 3 miliar tersebut dimandikan oleh dalang kondang asal Solo, Ki Manteb Soedharsono, dengan harapan perjalanan menuju Magetan, Jombang hingga Surabaya bisa lancar.
Panitia acara perjalanan 1.000 kilometer, Ananto Priyatno mengatakan air yang digunakan untuk memandikan mobil tersebut diambil dari empat sumur, dari empat penjuru mata angin di Solo.
"Ini sebagai simbolisasi budaya dan syukuran agar mobil ini bisa sampai ke tujuan dengan selamat," ujar Ananto kepada wartawan di Solo, akhir pekan lalu.
Solo sengaja dipilih Dahlan Iskan sebagai tempat start pertama perjalanan panjang mobil ini sebagai bentuk penghormatan sekaligus kebanggaan bagi warga Solo.
"Kota ini akan menjadi saksi sejarah bagi dimulainya era mobil listrik nasional. Kami berharap warga Solo bisa memanfaatkan momen ini untuk menjadi bagian dari sejarah tersebut," katanya.
Advertisement
Mobil listrik Tucuxi yang dikendarai Dahlan Iskan dari Solo menuju Surabaya, harus berakhir tragis karena terlibat kecelakaan di daerah Sarangan, Magetan. Kondisi kendaraan buatan Danet tersebut hancur. Dahlan Iskan yang mengemudikan sendiri mobil tersebut selamat dan tidak mengalami luka-luka.
Mobil listrik dari Solo ke Magaten melewati Tawang Mangu dan Sarangan. Saat menuju Tawang Mangu, mobil Tucuxi mampu melewati tanjakan Tawang Mangu dan Cemoro Sewu yang terkenal tinggi dengan mulus.
Namun ketika menuruni lereng timur Gunung Lawu, setelah melewati turunan paling tajam di Sarangan, rem yang semula berfungsi baik tiba-tiba mengalami masalah.
Dahlan yang mengemudikan mobil tersebut sejak Solo mengambil keputusan menabrakkan mobil Tucuxi ke tebing di kanan jalan untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas yang.
Setelah menabrak tebing, mobil masih berjalan menabrak tiang listrik. Mantan Dirut PLN ini memutuskan menabrak tebing saat laju mobil makin kencang saat jalan menuruni sarangan ke Magetan.
Dalam perjalanannya, Dahlan didampingi ahli teknologi mobil listrik, Riki Nelson.