Kejelasan proyek Bandara Karawang menggantung

Karena Bandara Karawang terkendala lahan, menhub mengusulkan reklamasi pantai.

Ardyan Mohamad
Oleh Ardyan Mohamad - Reporter
Kejelasan proyek Bandara Karawang menggantung
Penumpang di Bandara Soekarno Hatta. ©2012 Merdeka.com

Proyek Bandara Karawang yang digadang-gadang menjadi salah satu bandara yang mampu mengurangi kapasitas Bandara Soekarno Hatta, ternyata belum jelas. Proyek bandara ini menggantung karena masih menunggu revisi tata ruang dan wilayah Provinsi Jawa Barat.

Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengaku, pada dasarnya pembahasan mengenai kelaikan dan pembiayaan sudah dituntaskan oleh Kemenhub. Namun, belum ada lampu hijau dari Pemprov Jabar terkait izin dan kepastian lokasi bandara.

Pemerintah pusat menyerahkan sepenuhnya kepada Pemprov Jabar. "(Bandara) Karawang itu sudah selesai studi, tapi Jabar kan perlu revisi tata ruang, kalau mereka engga revisi dan bilang tidak bisa bikin bandara, kita tidak bisa apa-apa," kata Mangindaan di kantornya, Jakarta, Rabu (2/1).

Kemenhub dan Pemda Karawang sudah mengusulkan revisi tata ruang dan wilayah baru untuk bandara sejak Mei tahun lalu. Namun hingga saat ini belum ada kabar lanjutan dari Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Semakin cepat pemprov memberi sikap, proyek yang rencananya tuntas digarap pada 2015 itu bisa segera direalisasikan. "Kalau revisi tata ruang itu oke kita segera putuskan lokasinya," cetusnya.

Menhub mengakui pihaknya sempat ingin menggunakan lahan Perum Perhutani di bagian utara Karawang. Luasnya sekitar 3.000 hektar. Lokasi ini diusulkan sebagai bandara baru. Namun karena ada 1.000 hektar tanah rakyat di dalamnya, muncul potensi ganti rugi tanah yang cukup besar.

Mangindaan mengaku tengah memikirkan alternatif lain, bila ganti rugi tanah terlalu mahal. Dia mengaku siap menempuh jalur lebih sulit, yaitu reklamasi pantai.

"Kalau memang ganti rugi tanah terlalu berat kenapa tidak reklamasi (pantai). Jadi pelabuhan Cilamaya, Karawang, akan kita koneksi dengan bandara. Sehingga jadi satu jalur," kata Mangindaan.

Bandara Karawang dirancang pemerintah untuk menopang Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang semakin padat. Saat ini, Soekarno Hatta hanya sanggup menampung 70 juta penumpang.

Padahal saat ASEAN Economic Community berlaku dua tahun lagi, bakal terjadi lonjakan penumpang. Bila terealisasi, Bandara Karawang dapat dimanfaatkan sebagai bandara kargo.

Rekomendasi