Angkasa Pura II berminat garap Bandara Karawang

Otoritas bandara masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Perhubungan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Angkasa Pura II berminat garap Bandara Karawang
pemudik di bandara. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Tri Sunoko menyatakan minatnya untuk ikut membangun rencana bandara baru di Karawang, Jawa Barat.

Namun otoritas bandara masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Perhubungan. Tri mengaku hingga saat ini belum diajak bicara oleh pihak Kementerian.

"Kita tentunya berminat, dan sekarang kan Kementerian Perhubungan masih melakukan kajian," ungkap Tri ketika ditemui di sela Seminar Infrastructure Outlook 2013 di Hotel Four Season, Jakarta, Rabu (18/12).

Tri sangat optimis pihaknya mampu membangun bandara penunjang Soekarno Hatta yang saat ini sudah sangat padat. "Kita kan masih menunggu pembebasan lahan. Kita juga sedang melakukan kajian financial dulu," tegasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengatakan pembangunan Bandara Karawang rencananya akan dimulai pada 2016. Pembangunan tersebut untuk mengantisipasi membludaknya penumpang di Bandara Soekarno Hatta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S Gumay menegaskan pemilihan Kerawang sebagai bandara sudah tepat setelah sebelumnya pemerintah melakukan kajian di wilayah Banten.

"Studi karawang ada beberapa lokasi, nanti mengerucut mana yang lebih bagus. Saat ini sedang studi lokasi yang pas," ungkap Herry ketika ditemui di Gedung DPR beberapa waktu lalu.

Setelah menentukan lokasi yang tepat, pihaknya akan membawa usulan tersebut pada rapat di badan koordinasi tata ruang. Untuk saat ini lokasi Kerawang belum sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tata ruang.

"Tata ruang itu revisi 5 tahun sekali. Ini sudah 4 tahun, 2013 nanti direvisi, Tahun 2013 ini Bandara Kerawang akan ikut direvisi. Kemudian dibawa ke level semua Menteri dan stakeholder yang terlibat di kantor Wapres," jelasnya.

Usai penentuan lokasi, pihaknya akan menentukan uji kelaikan dan akan ditenderkan pada 2105. "Nanti akan dihitung detail design, feasible atau tidak uangnya tanahnya dan tendernya," katanya.

Rekomendasi