Sesuai instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2012, Presiden mengamanatkan agar produksi minyak digenjot hingga mencapai 1 juta barel per hari. Namun, target tersebut dipandang terlalu tinggi.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto melihat, produksi minyak mentah 1 juta barel per hari pada 2014 akan sangat sulit tercapai.
"Produksi 1 juta barel per hari pada tahun 2014 pesimis tercapai," ujar Pri Agung yang ditemui usai seminar FGD Mekanisme Production Sharing Contract (PSC) di Hotel Atlet Century, Jakarta Kamis, (13/12).
Menurut Pri Agung, saat ini belum ada sumur-sumur baru yang dieksplorasi. Sehingga produksi minyak Indonesia masih berada di kisaran 900.000 barel per hari.
"Kita kan belum ada lagi investasi sumur-sumur baru. Kita juga mengharapkan dari blok Cepu, itu juga kalau tidak molor," katanya.
Faktor lain yang membuat target tersebut sulit tercapai adalah situasi politik pada 2014 tengah memanas karena adanya pemilihan presiden.
"Situasi politiknya pasti kacau," tegasnya.