DKI Jakarta sebagai pusat ekonomi dan bisnis di Indonesia, memiliki magnet sebagai daya tarik bagi pebisnis. Sentra-sentra bisnis semakin tumbuh subur di lima wilayah DKI Jakarta. Pelaku bisnis yang beraktivitas di ibukota, tidak hanya berskala nasional, tapi juga internasional. Gambaran ini dijadikan pertimbangan dan peluang bisnis bagi perusahaan penyedia layanan transportasi MMCAB.
Sesuai izin beroperasi yang dikeluarkan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, setidaknya ada 25.019 armada taksi dari 42 perusahaan taksi yang beroperasi di seluruh wilayah Jakarta. Namun, kehadiran taksi Ferrari dan Porsche belakangan ini tentu menarik perhatian pengguna jalan.
Kehadiran taksi super mewah ini dinilai cocok untuk beroperasi di Jakarta yang merupakan pusat ekonomi dan bisnis. Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Darat melihat, fenomena ini berbanding lurus dengan semakin besarnya kelompok kelas menengah ke atas.
"Untuk taksi jenis premium atau mewah cocok di ibukota, daya beli masyarakatnya yang tinggi," ungkap Sekjen DPP Organda Andriansyah kepada merdeka.com, Sabtu (14/7).
Andriansyah menuturkan, kehadiran taksi Ferrari dan Porsche juga dipandang cocok untuk beroperasi di kawasan bisnis ibukota yang membutuhkan layanan berkualitas tinggi. Munculnya taksi Ferrari bisa memenuhi kebutuhan layanan super bagi pebisnis. "Kebutuhan masyarakat ibukota atau pebisnis akan pelayanan maksimal. Kalau untuk daerah belum (cocok)," katanya.
Sejauh ini, taksi masih dipandang sebagai salah satu alat transportasi yang cukup nyaman bagi masyarakat yang tidak memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi. Perkembangan bisnis transportasi taksi juga cukup bertumbuh seiring kebutuhan akan pelayanan yang lebih nyaman. Sebelum munculnya taksi Ferrari, perusahaan taksi sudah menghadirkan taksi jenis premium dengan 'menjual' armada high class bagi calon penumpangnya.
"Ada yang menggunakan Mercedes Benz, ada juga yang sekarang itu namanya paratransit yang menggunakan taksi jenis van yaitu Mercedez Viano atau Toyota Alphard. Tapi kalau yang Ferrari sejauh ini belum ada, saya juga belum tahu banyak," jelasnya.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan taksi super mewah ini akan menjadi primadona di Jakarta karena magnet kendaraan sport Ferrari F360 Modena dan Porsche Boxster S. "Bukan tidak mungkin kalau permintaan dari masyarakat ada, dapat tanggapan positif juga dari masyarakat," paparnya.