Pertamina: Industri gas hilir jangan banyak ambil untung

Industri hulu dianggap mempunyai lebih banyak risiko dibandingkan industri gas hilir.

Saugy Riyandi
Oleh Saugy Riyandi - Reporter
Pertamina: Industri gas hilir jangan banyak ambil untung
Gas PGN. merdeka.com/Merdeka.com

PT Pertamina menyatakan seharusnya harga gas di hulu harus lebih tinggi dari hilir. Pasalnya pengeboran gas di hulu sangat beresiko tinggi dibanding penyaluran gas di hilir.

"Di hulu dipatok tinggi karena resiko tinggi, banyak gagalnya, harga bor tinggi USD 10 juta sampai USD 12 juta per satu sumur, kalau hilir sedikit mudah," ungkap Vice President Gas Resource & Subsidiary Management Gas & Power  Jarwo Sanyoto, dalam Round Table Discussion "Renegosiasi Harga Gas Bumi dan Permasalahannya" di Warung Daun, Jakarta. kamis (21/6). 

Untuk industri hilir gas, lanjut Jarwo, tidak harus mengikuti harga gas hulu yang dipatok memang sangat tinggi. "Harusnya dari hilir jangan banyak-banyak untungnya. Kalau harga yang sekarang di pasarannya di beberapa tempat harga gas sudah USD 14 per MMBU, padahal dari produsen maksimal USD 6-7 per MMBTU, ini terlalu tinggi marginnya," katanya.

Dia menambahkan, pemerintah juga harus memberikan regulasi terkait harga gas di hulu sehingga industri gas yang di hilir tidak memonopoli pasar gas. "Ini hal-hal seperti ini, ini akan ditetapkan pemerintah, yang di hulu juga harus diregulasi," pungkasnya.

Sebelumnya PGN sebagai pebisnis penyaluran gas atau industri hilir berencana  untuk menaikkan harga gas untuk industri sebesar 55 persen dari harga awal. Hal tersebut disebabkan oleh harga gas hulu yang dinaikkan hampir 200 persen.

gas
Rekomendasi