Harry Tanoesoedibjo jual 20 persen saham TV berbayar miliknya

Sekitar 70 persen hasil penjualan saham akan digunakan untuk belanja modal perseroan.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Harry Tanoesoedibjo jual 20 persen saham TV berbayar miliknya
tv kabel. merdeka.com/shutterstock

PT MNC Sky Vision Tbk akan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) sebanyak 1.412.776.000  lembar saham atau setara 20 dari modal yang ditempatkan. Pemilik merek Indovision, Top TV, dan OkeVision  menawarkan dengan harga nilai nominal Rp 100 setiap saham.

Perseroan menawarkan saham baru sebanyak 847.666.000 dan saham biasa sebanyak 565.110.000 atas nama milik PT Bhakti Investama Tbk. Paling tidak, sekitar 70 persen akan digunakan untuk belanja modal pembelian peralatan penyiaran seperti dekoder, antena, kartu tayang dan peralatan penunjang penyiaran lainnya. 

"Sisanya akan dialokasikan untuk melunasi pinjaman kepada pemegang saham (Global Mediacom) dan Bank BRI dan untuk modal kerja,” ujar Direktur Utama Perseroan Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jumat (15/6).

Perusahaan milik keluarga Harry Tanoesoedibjo mengklaim memiliki jumlah pelanggan sebanyak 1.162.872 pelanggan per 31 Desember 2011. Dengan pangsa pasar 69,6 persen berdasarkan data yang disediakan oleh Media Partners Asia - April 2012. Jumlah pelanggan tumbuh sekitar 44,6 persen dari jumlah pelanggan sebanyak 804.158 pada periode yang sama tahun 2010. 

Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo mengatakan perseroan memiliki jumlah aset sebesar Rp 3,448 miliar, jumlah liabilitas sebesar Rp 2, 490 miliar dan jumlah ekuitas sebesar Rp958 miliar. Dengan total laba bersih sebesar Rp 65 miliar.

Pendapatan perseroan pada  2011 mencapai Rp 1,74 triliun atau meningkat 23 persen  dibandingkan dengan pendapatan pada tahun 2010 yang sebesar Rp1,41 triliun. Peningkatan pendapatan didorong meningkatnya jumlah pelanggan Perseroan 

"Penawaran akan dimulai pada 2 Juli 2012 hingga 4 Juli 2012 dan ditargetkan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia rencananya pada tanggal 9 Juli 2012," ujarnya. 

Rekomendasi