Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menolak rencana kenaikan harga gas sebesar 55 persen oleh Perusahaan Gas Negara (PGN). Hal ini akan meningkatkan biaya produksi 30 persen.
Ketua Apindo Sofjan Wanandi mengatakan 30 Asosiasi industri yang tergabung dalam forum lintas asosiasi industri menolak rencana kenaikan ini. "Kami bukan tidak setuju naik. Tapi kalau mau naik ya bertahaplah, yang wajar," katanya saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/5).Asosiasi yang menolak kenaikan gas diantaranya Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia, dan lain-lain. "Adanya kenaikan ini, pada akhirnya korbannya adalah buruh," ujarnya.Dia mengatakan saat situasi dunia yang sedang menghadapi krisis ekonomi, pemerintah diharapkan tidak membuat kebijakan yang membuat pengusaha sulit bertahan. "Kita juga masih harus beradu dengan barang-barang impor. Jadi kenaikan gas ini tidak bisa kami terima," ungkapnya. Sebelumnya, PT PGN (Persero) berencana menaikkan harga jual gas ke konsumen menjadi USD 10,2 per mmbtu. Kenaikan harga tersebut pada tahap awal hanya akan diberlakukan di Jawa Barat."Kita sudah sosialisasikan kenaikan harga jual gas ke konsumen menjadi sebesar USD 10 per mmbtu. Kenaikan itu kami harapkan terhitung per 1 Mei 2012, karena dari hulu kan sebenarnya sudah minta naik per 1 April lalu," ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Heri Yusup.