Kehebohan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) Facebook menyisakan tanda tanya. Ketidakjelasan akuntabilitas pengelolaan perusahaan oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg, mendapat sorotan tajam dari berbagai kalangan.
Dalam sebuah artikelnya di cbsnews.com, kolumnis Alain Sherter mengatakan Zuckerberg yang memiliki 57 persen saham Facebook, telah melanggar aturan pasar modal.
"Sebelum IPO dia memiliki sekitar 57 persen hak suara Facebook. Masalah tata kelola perusahaan. Dalam jangka panjang, pengusaha sering kurang memenuhi untuk menjalankan perusahaan publik besar," ungkap Alain seperti dikutip dari cbsnews.com, Sabtu (19/5).
Regulasi pasar modal sendiri menyebutkan maksimal kepemilikan saham untuk IPO sekitar 55 persen. Dia menyebut, saat ini belum ada yang bisa melawan Zuckerberg dalam memimpin perusahaan publik tersebut.
Facebook akan menjadi sorotan setelah menjadi perusahaan publik. Sorotan utama menyangkut bagaimana Zuckerberg, pemuda 28 tahun, mengelola manajemen Facebook setelah kinerja pada kuartal I 2012 kurang memuaskan investor.
Keraguan atau kekhawatiran keberlanjutan model bisnis juga menjadi tanda tanya. Pendapatan perusahaan sepenuhnya sangat bergantung pada pendapatan iklan secara online.
Rapuhnya pendapatan Facebook terlihat pada pekan lalu, ketika General Motors (GM) berencana menghentikan iklan di Facebook. Menurutnya, langkah Facebook mulai melantai di bursa, menjadi sebuah tantangan sekaligus ujian untuk perdagangan saham. Belajar dari kondisi yang terjadi pada Yahoo dan Netscape yang dibeli oleh AOL pada tahun 1998, kejatuhan perusahaan yang sempat bersinar diyakini lantaran salah urus, pergeseran teknologi, dan kurangnya kepekaan.
Sebelumnya, Setelah membuat sensasi pada pembukaan debutnya di lantai bursa, saham media jejaring sosial Facebook ditutup hanya menguat tipis.Hingga penutupan Wall Street, Jumat (18/5) waktu setempat, saham Facebook finish di posisi USD 38,23 atau naik USD 0,23 atau 0,61 persen dari posisi harga penawaran USD 38.
Saham Facebook sendiri mulai diperdagangkan USD 42,05. Bahkan, 30 detik setelah resmi di rilis, 100 juta lembar saham Facebook diburu investor. Bahkan, saham Facebook sempat menyentuh level USD 45 setelah 10 menit diperdagangkan.
Harga saham perusahaan milik Mark Zuckerberg sempat melonjak hingga 13 persen. Namun berangsur-angsur normal setelah dua jam dibuka.Situs jejaring sosial terpopuler di dunia ini berencana menjual lebih dari 421 juta lembar saham. IPO perusahaan jaringan sosial terbesar ini menargetkan untung USD 16 miliar.