Gula merupakan salah satu komoditi pangan strategis yang dibutuhkan oleh industri maupun rumah tangga. Dunia akan terasa pahit tanpa gula. Tapi, membiarkan impor gula terus berjalan sama artinya membiarkan industri gula nasional mengalami kemunduran lantaran tidak distimulus untuk mampu memproduksi gula secara maksimal bagi kebutuhan konsumsi gula di seluruh negeri.
Harapannya, rasa manis yang dirasakan seluruh masyarakat Indonesia bisa dipenuhi melalui swasembada gula nasional. Langkah perbaikan dan peningkatan kinerja pabrik gula nasional merupakan salah satunya. Selain itu, manisnya tebu hasil panen bisa dicapai agar nasib petani tebu juga bisa terasa semakin manis.
"Kalau kita ingin swasembada gula 5,5 juta ton, kalau menambah lahan dengan kondisi pabrik PTPN yang masih seperti sekarang tidak akan tercapai. Harusnya pabrik yang diperbaiki," Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikoen kepada merdeka.com, Senin (14/5).
Menjamin seluruh masyarakat merasakan manisnya gula lokal memang bukan hal mudah. Dibutuhkan upaya ekstra keras untuk meningkatkan produksi. Terlebih, data dua tahun terakhir menunjukkan tingkat produksi yang belum maksimal. Pada 2010 produksi gula mencapai 1,38 juta ton, kemudian turun ke angka 1,36 juta ton pada 2011. Tahun ini pemerintah menargetkan produksi gula hingga 1,85 juta ton.
Bukan mimpi untuk kembali ke era kejayaan gula nasional yang sanggup membuat dunia turut merasakan manisnya gula produksi Indonesia. Soemitro menyebutkan, dengan 450.000 hektare perkebunan tebu dan target 1 hektare bisa panen 10 ton dengan rendemen 10 persen saja, Indonesia bisa menghasilkan 4,5 juta ton per tahun. "Kita sudah surplus gula dan bisa ekspor," kata Soemitro.
Dengan meningkatkan panen dan produksi di pabrik gula nasional, yang dibarengi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan petani, pihaknya yakin gelombang protes tidak akan dilakukan petani.
Pemerintah menargetkan produksi gula lokal mencapai 5,7 juta ton sebagai salah satu indikator untuk mencapai swasembada gula nasional di 2014. Upaya ini juga didorong dengan tambahan areal perkebunan tebu hingga luasnya mencapai 350 ribu hektare.