Pasar positif, Rupiah kembali agresif

Berita Indonesia cepat, aktual, serius, unik, dan baru: Menguatnya Rupiah diprediksi karena sentimen positif ekonomi global.

Salim Faozan Kartasentika
Pasar positif, Rupiah kembali agresif
Ilustrasi Uang. merdeka.com/shutterstock

Pergerakan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap USD diperkirakan akan kembali menguat pada perdagangan pasar uang hari ini, Jumat (11/5). Pengamat pasar uang Rahadyo Anggoro mengatakan, pergerakan Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan akan berada pada kisaran Rp 9.240-9.260 per USD.

Menurut Rahadyo, kondisi ini didukung dengan berhasilnya pemeritah Uni Eropa menyelamatkan Yunani setelah menyetujui permohonan pendanaan 5,2 miliar euro atau setara Rp 62,4 triliun yang diambil dari dana talangan negara-negara Eropa. Meski sempat terjadi penolakan dari beberapa negara anggota setelah yang kecewa dengan hasil pemilihan umum Yunani.

"Selain itu pergerakan rupiah besok juga masih dipengaruhi oleh keputusan BI mempertahankan BI Rate di level 5.75 persen," katanya.

Pada perdagangan kemarin, Rupiah ditutup di level Rp 9.245-9.250 per USD, melemah bila dibandingkan posisi hari rabu (09/5) yang ditutup di level Rp 9.230-9.240 per USD. Pelemahan Rupiah disebabkan sentimen regional terkait laju ekspor dan impor China di bulan April yang lebih lambat dari yang diperkirakan.

"Data tersebut dinilai akan menambah tekanan pada pemerintah china untuk menerapkan kebijakan pelonggaran ekonomi guna memacu ekspansi," jelas Rahadyo.

Rekomendasi