Pergerakan indeks komposit atau indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (11/5) diperkirakan masih datar meskipun tetap berada di jalur yang aman.
Pengamat pasar modal Anugrah Securindo Indah Bertoni Rio mengatakan, kecenderungan pergerakan IHSG yang lamban disebabkan oleh respon pelaku pasar yang masih kurang yakin terhadap kondisi ekonomi dunia, termasuk di AS.
Sebab, data-data mengenai jumlah pengangguran dan neraca perdagangan AS, tidak cukup memuaskan. Selain itu, pengaruh positif juga datang dari Eropa yakni setelah nilai imbal hasil dari obligasi Spanyol naik 6 persen.
Selain itu, ada pula sentimen positif disetujuinya dana talangan sebesar USD 6,72 miliar. "Takutnya hal itu direspon negatif oleh pasar," kata Rio di Jakarta, Kamis (10/5) malam.
Sementara itu, dari regional, pengaruh positif diperkirakan akan datang dari China, di mana angka inflasi China diperkirakan menurun hingga berada di level 3,4 persen.Sedangkan indeks harga produksi di China diperkirakan meningkat menjadi 12,1 persen.
Dengan gambaran tersebut, laju IHSG diperkirakan akan berada pada kisaran 4120 sampai 4170. "Diprediksikan IHSG akan berlanjut menguat namun fluktuatif," katanya.
Beberapa saham mover indeks sepanjang perdagangan diperkirakan masih akan melaju ke area jenuh beli, karena saham-saham tersebut masih banyak diincar. Seperti Astra International (ASII), Astra Agro Lestari (AALI), Telekomunikasi Indonesia (TLKM), dan Perusahaan Gas Negara (PGAS).