Pembangkit tenaga bayu akan terangi Bantul

Pemerintah akan membangun PLT Bayu di Bantul berkapasitas 50 MW yang bekerjasama dengan UPC Renewables Indonesia Limited

Salim Faozan Kartasentika
Pembangkit tenaga bayu akan terangi Bantul
listrik tenaga angin. merdeka.com/shutterstock

Setelah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLT Bayu) di Sukabumi sebesar 10 MW, kini pemerintah telah mengembangkan pembangkit serupa di Bantul, Yogyakarta.

Kali ini pembangkit listrik tenaga bayu di Bantul mempunyai kapasitas lebih besar, yaitu 50 MW. Pemerintah melalui Ditjen Energi Baru dan Terbarukan Kementerian ESDM telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan UPC Renewables Indonesia Limited akhir pekan lalu untuk mengembangkan pembangkit ini.

Menurut keterangan tertulis yang diterima oleh merdeka.com pada akhir pekan lalu, pembangkit ini akan dibangun di pantai Samas, Bantul, Yogyakarta dengan investasi sekitar USD 150 juta.

Menurut Dirjen Energi Baru dan Terbarukan, Kardaya Warnika, penandatanganan kerjasama ini dilakukan dalam rangka feasibility study atau studi kelayakan untuk mempersiapkan program ini. 

Setelah studi tersebut selesai, UPC Renewables Indonesia Limited diharapkan bekerjasama dengan partner lokal, yaitu PT Binatek Reka Energi untuk mengembangkan wind farm (lapangan untuk menggerakkan turbin angin) di dusun Patehan, kecamatan Sanden, Bantul, Yogyakarta.

Proyek tersebut akan meliputi pembangunan 33 turbin angin dengan kapasitas masing-masing sebesar 1,5 MW yang akan mulai dikerjakan setelah penandatanganan perjanjian jual-beli listrik (Power Purchase Agreement/PPA). Pembangunan turbin angin ini direncanakan akan selesai dalam waktu 15 bulan.

Listrik yang dihasilkan oleh angin ini rencananya akan dijual ke PLN untuk kontrak selama 30 tahun dengan harga Rp 1.200 per kilo watt hour (kWh) selama 20 tahun dan Rp 700 per kWh selama 10 tahun.

 
Rekomendasi