Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan optimismenya untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan pupuk subsidi bagi petani hingga akhir tahun 2023. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda seremoni pelepasan pengiriman pupuk ke Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Acara tersebut berlangsung di Pelabuhan PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim), Bontang, Kalimantan Timur, pada Jumat. Momen ini menjadi krusial mengingat bulan Oktober hingga Desember merupakan awal musim tanam, yang secara signifikan meningkatkan permintaan pupuk untuk sektor pangan nasional.
Pupuk Indonesia memiliki stok yang sangat memadai, dengan total 1,5 juta ton pupuk, di mana 1,1 juta ton di antaranya adalah pupuk subsidi. Produksi harian yang stabil, seperti 10 ribu ton urea dan 1 ribu ton NPK di Pupuk Kaltim, menjamin ketersediaan pasokan.
Advertisement
Advertisement
Rahmad Pribadi menegaskan bahwa ketersediaan stok pupuk subsidi saat ini berada dalam kondisi aman dan terkendali. Total stok yang dimiliki Pupuk Indonesia mencapai 1,5 juta ton, dengan 1,1 juta ton di antaranya khusus untuk pupuk subsidi.
Produksi pupuk terus berjalan setiap hari untuk memenuhi kebutuhan petani di seluruh Indonesia. Sebagai contoh, di Pupuk Kalimantan Timur saja, setiap hari dihasilkan 10 ribu ton urea dan 1 ribu ton NPK.
Hingga saat ini, realisasi penyaluran pupuk subsidi oleh PT Pupuk Indonesia telah mencapai sekitar 6,5 juta ton. Pihak Pupuk Indonesia menargetkan dapat mencapai 8,5 hingga 8,7 juta ton hingga akhir tahun.
Advertisement
Ini berarti dalam beberapa bulan ke depan, lebih dari dua juta ton pupuk subsidi harus didistribusikan kepada para petani. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia terus bersiaga dari sisi produksi, memastikan stok tersedia, dan kelancaran pengiriman ke gudang-gudang di berbagai daerah.
Advertisement
Pengiriman pupuk subsidi yang dilepas secara simbolis ke Sumbawa ini menjadi istimewa karena merupakan yang pertama dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) baru. Presiden RI Prabowo Subianto sebelumnya memutuskan untuk memberikan diskon signifikan pada harga pupuk subsidi.
Pupuk urea subsidi kini mendapatkan diskon sebesar 20 persen, turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800 per kilogram. Sementara itu, pupuk NPK subsidi juga mengalami penurunan harga dari Rp2.300 menjadi Rp1.840 per kilogram.
Selain diskon harga, aturan distribusi pupuk yang sebelumnya rumit dan melibatkan banyak kementerian, kini telah disederhanakan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pengiriman pupuk kepada petani.
Advertisement
Rahmad Pribadi menyatakan, "Saya rasa bentuk rasa sayang Presiden kita yang sangat pro-petani dan pro-rakyat." Langkah-langkah ini diharapkan dapat meringankan beban petani dan memastikan pupuk subsidi sampai ke tangan yang berhak dengan lebih efisien.
Sumber: AntaraNews