PUPR latih 1.000 pengawas pelototi pembangunan infrastruktur RI

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal melatih 1.000 tenaga pengawas baru untuk mengawasi pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia. Tujuannya, untuk menjamin pembangunan proyek infrastruktur berjalan sesuai dengan prosedur.

Wilfridus Setu Embu
Oleh Wilfridus Setu Embu - Reporter
PUPR latih 1.000 pengawas pelototi pembangunan infrastruktur RI
proyek tol becakayu. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal melatih 1.000 tenaga pengawas baru untuk mengawasi pembangunan proyek infrastruktur di Indonesia. Tujuannya, untuk menjamin pembangunan proyek infrastruktur berjalan sesuai dengan prosedur.

"Direktorat Jenderal Bina konstruksi melalui APBN kita akan melatih 1.000 pengawas baru segera. Pakai dana Pemerintah. Untuk ditugaskan untuk mengawasi di lapangan," ungkap Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Balitbang Kementerian PUPR, Danis Sumadilaga, di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (1/3).

Direncanakan, program ini sudah dapat dilaksanakan bulan depan. Nantinya, proses pelatihan diupayakan tidak akan berlangsung lama agar para pengawas dapat segera ditugaskan.

"(Lama waktu pelatihan) Tergantung nanti ada level-levelnya dan jenis pekerjaan, biasanya tidak lebih dari 2 bulan. Sekaligus kita bawa ke lapangan, praktik langsung," imbuhnya.

Ketua KKK Syarif Burhanuddin berharap setelah evaluasi terhadap proyek melayang (elevated) tidak ada lagi kecelakaan konstruksi yang terjadi. Untuk itu, kontraktor proyek infrastruktur harus melaksanakan semua rekomendasi yang diberikan oleh KKK pasca proses evaluasi.

"Kalau ada kecelakaan bukan kita yang minta, jadi jangan berfikir yang negatif. Kita berupaya agar tidak ada lagi (kecelakaan konstruksi). Dengan cara melaksanakan tadi metodologi, standar, prosedur, itu saja," ungkap Syarif.

Rekomendasi