Perusahaan Bioteknologi Dalam Negeri Buka Peluang Ekspor Vaksin ke Negara ASEAN

Ini sekaligus mendorong pertumbuhan industri bioteknologi nasional serta menciptakan lapangan pekerjaan.

Merdeka.com
Oleh Merdeka.com - Reporter
Perusahaan Bioteknologi Dalam Negeri Buka Peluang Ekspor Vaksin ke Negara ASEAN
Uji klinis vaksin dalam negeri, vaksin Indovac untuk anak masih menunggu persetujuan dari pemerintah. (unsplash.com/Mufid Majnun) (@ 2023 merdeka.com)

Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) berkomitmen mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi vaksin dalam negeri, sebagai salah satu upaya untuk mencapai ketahanan dan kemandirian kesehatan nasional .

Hal ini dibuktikan dengan pencapaian Etana di tahun 2024 yang berhasil mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan Nomor Izin Edar (NIE) untuk produk vaksin PCV-13, yang kini menjadi bagian dari program imunisasi rutin nasional.

Director of Anti Infectious Business Unit, Indra Lamora mengatakan, vaksin PCV-13 yang diproduksi secara lokal oleh Etana diharapkan dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan vaksin yang aman, terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat. Selain itu, juga dapat menurunkan ketergantungan pada vaksin impor.

"Sebagai perusahaan bioteknologi nasional, Etana merasa bangga mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk memasok vaksin PCV-13 dalam program imunisasi rutin. Dengan dukungan pemerintah ini, kami semakin termotivasi untuk terus berinovasi dan mengembangkan produk-produk bioteknologi dan vaksin lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat," ujar Indra di Jakarta, Rabu (22/1).

Indra menambahkan, produksi vaksin lokal juga membuka peluang ekspor ke negara-negara ASEAN dan OKI. Sekaligus mendorong pertumbuhan industri bioteknologi nasional serta menciptakan lapangan pekerjaan.

"Dengan memproduksi produk lokal, Etana juga dapat membuka peluang dan meningkatkan akses untuk ekspor produk vaksin ini ke negara-negara ASEAN dan OKI," jelas Indra.

Di tahun 2025, Etana berkomitmen pada dua prioritas utama. Pertama, memastikan ketersediaan produksi dalam negeri khususnya vaksin PCV-13 untuk mendukung program imunisasi rutin pemerintah. Kedua, melanjutkan pengembangan vaksin inovatif dalam negeri, seperti vaksin HPV dan TB, yang menjadi bagian dari perluasan imunisasi pemerintah.

"Dua vaksin ini merupakan pencanangan perluasan imunisasi rutin oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dengan tujuan untuk mengeliminasi kejadian kanker serviks dan mencegah penularan tuberkulosis di Indonesia," ujar Indra.

Dia mengatakan, perusahaan saat ini aktif menjalin kolaborasi strategis untuk menghadapi tantangan kesehatan lainnya. Salah satu inisiatif terbaru adalah pengembangan vaksin dengue dalam negeri. Dalam hal ini, Etana bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), melalui pendanaan dari LPDP.

"Demam berdarah merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan upaya berkelanjutan antara kementerian, lembaga, industri, dan juga universitas," ujar Indra.

Dengan visi sebagai katalisator dalam transformasi kesehatan nasional, Etana berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Etana berharap dapat mengurangi ketergantungan pada produk impor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

Rekomendasi