Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perum Perindo ekspor 30 ton olahan rajungan & ikan ke AS

Perum Perindo ekspor 30 ton olahan rajungan & ikan ke AS

Merdeka.com - Perum Perikanan Indonesia (Perindo) mengembangkan pasar ekspor produk perikanan. Setelah ekspor ikan layang ke Korea, olahan tuna ke Jepang, kini menyusul ekspor olahan rajungan dan ikan ke Amerika Serikat (AS).

Senior Manager Perdagangan dan Pengolahan Ikan Perum Perindo, Wenny Prihatini mengatakan, ekspor ke AS dengan volume 30 ton tersebut bernilai Rp 2,9 miliar, dengan menggunakan dua kontainer olahan rajungan dan ikan untuk ekspor ke negeri Paman Sam.

"Kami bisa mulai ekspor. Selanjutnya kami akan eskpor reguler, setidaknya sebulan dua kali," kata Wenny melalui keterangan resminya, Selasa (27/12).

Dia menambahkan, rajungan dan ikan jenis mahi-mahi yang diekspor itu sebagian besar dibeli Perindo dari nelayan setempat. Selanjutnya diproses di Unit Pengolahan Ikan dan Rajungan di Kanci, Cirebon.

"Ini merupakan produksi hasil kerjasama operasional (KSO) antara Perindo dan KBT," tambahnya.

Selain ekspor ikan olahan beku berupa stik ikan tenggiri wahoo, fillet ikan mahi, fillet kakap, fillet kerapu dan rajungan dari Cirebon, Bitung serta Maumere, Desember ini Perum Perindo juga mulai ekspor ikan kerapu hidup ke Hongkong. Di mana ikan diekspor dari Denpasar dengan kargo udara.

General Manager Strategic Business Unit (SBU) Marikultur Perum Perindo, Muhibuddin Kotto, hingga akhir tahun ini produksi kerapu hidup Perindo masih berkisar ratusan kilogram.

Seiring dengan penambahan keramba jaring apung (KJA) Perum Perindo, pada 2017 produksi kerapu hidup maupun ikan hidup premium lainnya, ditargetkan akan meningkat hingga ribuan ton. "Kami menambah KJA di Bali dan juga lokasi lain seperti Sabang, Padang, Kepri hingga Ambon," kata Muhibuddin.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP