BMKG Tetapkan Tujuh Daerah di NTB Status Awas Kekeringan Akibat El Nino

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan tujuh dari sepuluh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) berada dalam status awas kekeringan meteorologis, diperparah oleh penguatan El Nino.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BMKG Tetapkan Tujuh Daerah di NTB Status Awas Kekeringan Akibat El Nino
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan tujuh dari sepuluh kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) berada dalam status awas kekeringan meteorologis, diperparah oleh penguatan El Nino. (AntaraNews)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah menetapkan status awas kekeringan meteorologis untuk tujuh wilayah di Nusa Tenggara Barat (NTB). Penetapan ini terjadi akibat kemarau panjang yang diperkuat oleh fenomena El Nino dengan indeks +2,26 derajat Celcius.

Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB, Suci Agustiarini, di Mataram pada Sabtu, mengungkapkan bahwa beberapa daerah bahkan tidak mencatat adanya hujan selama lebih dari dua bulan. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah daerah.

Secara keseluruhan, 17 kecamatan di tujuh kabupaten/kota tersebut kini berada pada level tertinggi peringatan dini kekeringan. Situasi ini diperkirakan akan bertahan dalam beberapa bulan ke depan, dengan potensi dampak serius terhadap ketersediaan air bersih dan risiko kebakaran.

Peningkatan Status Awas Kekeringan di NTB

Tujuh daerah di Nusa Tenggara Barat yang kini berstatus awas kekeringan meteorologis meliputi Kabupaten Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Kondisi ini menunjukkan penyebaran dampak kekeringan yang signifikan di seluruh provinsi.

Suci Agustiarini menjelaskan bahwa Pos Hujan Belo dan Pos Hujan Bolo di Kabupaten Bima telah mengalami hari tanpa hujan selama 74 hari berturut-turut. Angka ini menempatkan kedua lokasi tersebut dalam kategori kekeringan ekstrem, menandakan ketiadaan hujan selama lebih dari dua bulan.

Total terdapat 17 kecamatan yang tersebar di tujuh daerah tersebut yang kini berada pada level tertinggi peringatan dini kekeringan meteorologis. Situasi ini memerlukan perhatian serius dan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak yang mungkin terjadi akibat kekeringan NTB.

Dampak Penguatan El Nino dan Prakiraan Cuaca

Fenomena El Nino yang semakin menguat selama musim kemarau tahun ini menjadi faktor utama penyebab bertambah panjangnya hari tanpa hujan di sejumlah daerah di NTB. Penguatan El Nino ini diperkirakan akan bertahan selama beberapa bulan ke depan, memperparah kondisi kekeringan.

Selain El Nino, BMKG juga memantau fenomena Dipol Samudra Hindia atau IOD yang saat ini masih netral. Namun, IOD diperkirakan akan beralih ke fase positif mulai September hingga Desember 2026, yang berpotensi menambah kompleksitas kondisi iklim di tengah kekeringan NTB.

Pada akhir Juli 2026, curah hujan di NTB secara umum didominasi kategori rendah, yaitu antara 0 hingga 10 milimeter per dasarian. Hanya Pos Hujan Lenangguar, Kabupaten Sumbawa, yang mencatat curah hujan tertinggi sebesar 19 milimeter per dasarian.

Imbauan BMKG untuk Kewaspadaan Masyarakat

BMKG memperkirakan peluang hujan pada dasarian I Agustus 2026, atau periode 1–10 Agustus, masih sangat kecil, yakni kurang dari 10 persen di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat. Ini menandakan bahwa kondisi kering akan terus berlanjut di awal bulan Agustus.

Mengingat hari tanpa hujan yang kian panjang dan semakin banyaknya daerah yang masuk status awas kekeringan meteorologis, Suci Agustiarini mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kebakaran hutan, lahan, dan pemukiman. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

Selain itu, BMKG juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak guna mengantisipasi krisis air bersih. Pengelolaan sumber daya air yang efektif menjadi krusial dalam menghadapi musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung lama di tengah ancaman kekeringan NTB.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi