Pertamina perkirakan konsumsi solar stagnan hingga tahun depan

PT Pertamina (persero) memperkirakan konsumsi solar bersubsidi tidak berubah sampai tahun depan. Sehingga kuota yang ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019 akan cukup, meski jumlah tersebut mengalami penurunan.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pertamina perkirakan konsumsi solar stagnan hingga tahun depan
solar. Merdeka.com/Arie Basuki

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019, kuota solar subsidi dipatok 14,5 juta kl, jumlah tersebut mengalami penurunan dari penetapan APBN 2018 15,62 juta kl, meski begitu total konsumsi solar subsidi sampai akhir 2018 diperkirakan 14,5 juta kl.

PT Pertamina (persero) memperkirakan konsumsi solar bersubsidi tidak berubah sampai tahun depan. Sehingga kuota yang ditetapkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2019 akan cukup, meski jumlah tersebut mengalami penurunan.

Direktur Pemasaran Pertamina Retail Masu'd Khamid mengatak‎an, realisasi konsumsi solar subsidi tahun lalu sebanyak14,5 juta kilo liter (kl)‎. Sedangkan tahun ini dan tahun depan diperkirakan sama.

"Solar 14,5 juta kl. Tahun lalu 14,5 juta tahun lalu tahun ini dan tahun depan‎," kata Mas'ud, di Kantor Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), di Jakarta, Selasa (18/9).

Mas'ud mengungkapkan, meski konsumsi solar subsidi akan tetap selama tiga tahun, tetapi pertumbuhan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) pada tahun mengalami peningkatan dari 4 sampai 5 persen dibanding tahun lalu.

"Kita untuk minyak ada pertumbuhan sekitar 4-5 persen dibanding tahun lalu," tuturnya.

Mas'ud menjelaskan, solar subsidi tidak mengalami kenaikan konsumsi saat BBM mengalami pertumbuhan, karena masyarakat lebih memilih mengkonsumsi solar non subsidi‎ ketimbang solar bersubsidi.

"Pertumbuhan konsumsi naik kelas ke dexlite dan Pertamina dex," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi