Beberapa pejabat pemerintah Kabinet Merah Putih, telah menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), salah satunya adalah Ni luh Enik Ermawati atau yang akrab disapa Ni Luh Puspa, seorang jurnalis televisi yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Pariwisata mendampingi Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.
Melansir dari laman resmi LHKPN, Ni luh tercatat memiliki harta kekayaan Rp1 miliar. Jumlah tersebut terdiri dari tanah dan bangunan yang mencapai Rp500 juta di Kota Bekasi.
Kemudian, alat transportasi dan mesin Rp250 juta yakni Mobil Toyota Camry 2015. Kas dan setara kas Rp250 juta.
Ni Luh tercatat tidak memiliki harta bergerak lainnya, surat berharga dan harta lainnya serta dia juga tidak memiliki utang. Sehingga total keseluruhan kekayaannya mencalai Rp1.000.000.000 atau Rp1 miliar.
Advertisement
Diberitakan sebelumnya, Ni Luh Puspa ditunjuk menjadi Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) oleh Presiden Prabowo Subianto. Pencapaian mantan jurnalis televisi nasional itu bukan hal mudah.
Sedari kecil, Puspa telah menjalani perjalanan hidup yang cukup berat sebagai masyarakat dari kalangan ‘wong cilik’.
Puspa sendiri diketahui menjalani masa kecil yang tidak mudah dengan banyak pengalaman berpindah tempat. Saat kecil, dia ikut orangtuanya yang mengikuti program transmigrasi ke Sulawesi. Namun di usia 7 tahun, Puspa kembali ke Bali dan tumbuh besar dalam asuhan kakek dan neneknya.
Tinggal di desa kecil, Puspa dahulu hidup di kampung yang tidak ada listrik dan sulit air. Saat berangkat sekolah, dia juga harus melewati jalur yang cukup menantang karena keterbatasan infrastruktur.
Puspa kecil juga harus bekerja membantu kakek dan neneknya demi mencukupi kebutuhan hidup mereka. Dia juga pernah menjual tali buatan sang kakek hingga ayam di kampungnya. Bahkan Ni Luh Puspa sempat jadi tukang pemecah batu.
Ketika menempuh SMA, Puspa pun bersekolah sambil kerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Sebagai anak pertama, dia memilih bekerja daripada mengambil beasiswa kuliah demi membantu sekolah adik.
Selain ART, Puspa pernah menjadi sales keliling dan cleaning service, staf hotel, hingga buruh di pabrik garmen. Dari hasil kerjanya, dia menabung hingga bisa kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Karena melanjutkan kuliah di umur 24 tahun, Puspa sempat diejek karena sudah tua baru kuliah.
Advertisement
Puspa sendiri mengawali karir di dunia jurnalistik pada tahun 2010 ketika magang di sebuah radio lokal di Makassar, Sulawesi Selatan. Dia juga sempat bergabung dengan Sun TV Makassar sebagai presenter pada 2012.
Karir Puspa semakin meroket setelah pada 2018 bergabung dengan Kompas TV. Karena dedikasi di dunia jurnalistik dan kemampuan berbicaranya, namanya makin dikenal publik.
Bahkan Puspa dipercaya untuk membawakan program dengan namanya sendiri, NI LUH, yang membahas berbagai isu sosial, politik, dan budaya. Keahlian Puspa meng-influence masyarakat ini yang mungkin membuat Prabowo memilihnya untuk mengurus dunia pariwisata Indonesia.
Kini Puspa siap bekerja membantu Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana selama 5 tahun ke depan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah berdiri, Kementerian Pariwisata dipimpin oleh Menteri dan Wakil Menterinya yang keduanya sama-sama wanita.