Perjalanan Bisnis Bebek Goreng H. Slamet, Dulunya Cuma Warung Kecil Pinggir Jalan
Merdeka.com - Di tengah menjamurnya kuliner luar negeri di Indonesia, Bebek Goreng H. Slamet tetap awet tak tergerus zaman. Sejak dibuka pertama kali tahun 1986 di Kertasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, resto bebek ini sudah memiliki cabang di seluruh kota-kota besar di Pulau Jawa.
Pendiri rumah makan Bebek Goreng H. Slamet bernama Slamet Raharjo. Dia merintis usaha rumah makan bebek goreng bersama sang istri, Baryatin.
Sebelum membuka usaha kuliner bebek goreng, pada tahun 1979, Slamet dan istri berjualan gado-gado, rujak, kikil sapi, sate kelinci, dan menu lainnya. Berjalannya waktu, Slamet fokus mengembangkan bisnis rumah makan dengan menu utama bebek goreng dan membuka rumah makan bebek untuk skala kecil di pinggir jalan.
Di tahun 1992, rumah makan tersebut bergeser ke arah kediaman pribadi Slamet. Keduanya meningkatkan kapasitas luas area rumah makan untuk menampung pelanggan.
Dalam akun YouTube Merdeka Jawa Tengah, Slamet menyampaikan proses memasak bebek sebelum disajikan kepada pelanggan yaitu menggodok bebek selama 3 jam. Kemudian direndam bumbu khusus sebelum digoreng.
Sang istri, melalui pihak keluarga, kemudian menimpali filosofi sambal korek yang dijual di rumah makannya sebagai kilas balik saat keluarga Slamet masih dalam kondisi serba kesusahan. "Sambal korek filosofinya mengorek itu dari zaman susah dari ngorek-ngorek sampai habis," demikian penjelasannya, dikutip pada Rabu (7/6).
Di tahun 2019, Haji Slamet sebagai pendiri rumah makan bebek goreng legendaris, meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya