Pentingnya Tata Kelola BUMDes: DPMK Biak Ingatkan 80 BUMDes untuk Tertib Administrasi Keuangan, Kunci Sukses Usaha!
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Biak menekankan pentingnya Tata Kelola BUMDes yang transparan dan akuntabel. Bagaimana administrasi keuangan yang tertib bisa jadi kunci kemajuan 80 BUMDes di Biak?
Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Biak Numfor, Papua, secara tegas mengingatkan 80 badan usaha milik desa (BUMDes) yang telah beroperasi di daerah setempat. Peringatan ini berfokus pada pentingnya tertib administrasi dalam tata kelola keuangan usaha. Hal ini disampaikan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana BUMDes.
Kepala DPMK Biak Numfor, Putu Wiadnyana, menegaskan bahwa tata kelola keuangan yang sehat sangat krusial bagi perkembangan BUMDes. Ini mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian keuangan usaha secara menyeluruh. Langkah ini menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan dan kemajuan BUMDes.
Pentingnya penyusunan anggaran yang detail, pengelolaan aset yang transparan, serta pelaporan keuangan yang akurat dan tepat waktu ditekankan. Wiadnyana berharap setiap BUMDes dapat menerapkan praktik terbaik ini. Ini akan membantu BUMDes mencapai potensi maksimalnya dalam melayani masyarakat.
Pentingnya Tata Kelola Keuangan BUMDes yang Sehat
DPMK Biak Numfor melalui Putu Wiadnyana secara tegas mengingatkan pentingnya tata kelola keuangan. BUMDes yang baik dan berkembang sangat bergantung pada tertib administrasi, transparansi, dan akuntabilitas dalam mengelola dana. Ini adalah fondasi utama untuk keberlanjutan usaha.
Tata kelola keuangan yang sehat mencakup beberapa pilar penting. Dimulai dari perencanaan anggaran yang cermat, pelaksanaan kegiatan usaha yang terukur, hingga pengendalian keuangan yang ketat. Setiap tahapan harus dilakukan dengan profesionalisme tinggi.
Selain itu, penyusunan anggaran yang detail dan pengelolaan aset yang transparan menjadi krusial. Pelaporan keuangan yang akurat dan tepat waktu juga tidak bisa diabaikan. Ini memastikan semua transaksi tercatat dengan benar.
Wiadnyana menekankan bahwa kemajuan BUMDes di kampung sangat ditentukan oleh keaktifan pengurus. Mereka harus menjalankan usaha dengan sistem tata kelola keuangan yang tercatat secara administrasi. Ini menciptakan kredibilitas dan kepercayaan.
Meningkatkan Kapasitas dan Dampak Positif BUMDes
DPMK Biak terus mendorong peningkatan kapasitas pengurus BUMDes. Fokus utamanya adalah pada pemahaman dan implementasi laporan keuangan yang transparan serta akuntabel. Pelatihan berkelanjutan menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini.
Keberhasilan BUMDes tidak hanya diukur dari keuntungan finansial semata. Namun, juga dari seberapa besar dampak positif yang diberikan kepada masyarakat sebagai anggota dan penerima manfaat. Peran BUMDes dalam menggerakkan ekonomi lokal sangat vital.
Salah satu contoh nyata keberhasilan adalah BUMDes Manprip di Kampung Wisata Binsari, Distrik Samofa. BUMDes ini telah menunjukkan bagaimana pengelolaan yang baik dapat menciptakan peluang. Mereka menjadi inspirasi bagi BUMDes lain di Biak Numfor.
BUMDes Manprip telah berhasil membuka usaha kios minimarket dan mengelola pasar Mama Papua. Inisiatif ini tidak hanya menyediakan kebutuhan dasar masyarakat. Mereka juga memberdayakan ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja.
Sumber: AntaraNews