Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengusaha Warteg: Pendapatan Usaha Anjlok 90 Persen jika PSBB Jakarta Diterapkan

Pengusaha Warteg: Pendapatan Usaha Anjlok 90 Persen jika PSBB Jakarta Diterapkan warteg. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Ketua Koordinator Komunitas Warung Tegal (Warteg) Nusantara, Mukroni mengaku khawatir terhadap kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang kembali menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mulai 14 September mendatang. Aturan tersebut salah satunya melarang masyarakat makan di tempat, di semua usaha kuliner.

"Kami merasa was-was juga jika PSBB diberlakukan kembali. Karena kan seperti PSBB awal, usaha kuliner kaya kita kembali dilarang melayani pelanggan untuk makan di tempat. Itu sangat mengurangi pendapatan kita," ujar dia saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (11/9).

Mukroni menjelaskan, selama ini sumber pendapatan usaha Warteg masih di dominasi oleh pelanggan yang makan di tempat. Sebab sumbangsih dari layanan pemesanan dinilai masih sedikit, yakni hanya mencapai 10 persen dari total pendapatannya.

Sehingga dia memprediksi saat PSBB berlangsung kembali maka pendapatan usahanya akan terpangkas hingga 90 persen. Menyusul mulai efektif berlakunya larangan usaha kuliner melayani makan di tempat.

"Ini kan jelas, karena memang saat PSBB awal dan transisi kemarin, usaha kita menurun pendapatannya sampai 90 persen. Akibat tidak ada aktivitas. Kalau hanya melayani makan bukan di tempat paling cuma 10 persen pendapatan kita," paparnya.

Minta Bantuan

pengusaha warteg: pendapatan usaha anjlok 90 persen jika psbb jakarta diterapkanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Oleh karenanya, dia berharap Pemprov DKI lebih baik dalam melakukan tata kelola PSBB di periode kali ketiga ini. Di antaranya dengan memberikan bantuan langsung tunai ataupun keringanan biaya tempat usaha bagi pelaku usaha kuliner yang terdampak kebijakan PSBB.

"Intinya jangan sampai kita dibiarkan mencari solusi sendiri. Seperti PSBB yang sebelumnya. Di mana kita dibiarkan bergerak kesana kemari untuk menyelamatkan usaha warteg. Kita harapkan PSBB sekarang ada BLT atau bantuan keringan sewa tempat bagi pelaku usaha makanan di Jakarta," tegasnya.

Kendati demikian, Mukroni menyambut baik diberlakukannya kembali kebijakan PSBB di seluruh wilayah Jakarta. Mengingat penyebaran virus Corona kian tak terkendali dan mulai mengancam serius kesehatan masyarakat ibu kota.

"Tapi kalo dukung atau tidaknya PSBB kita sih dukung. Apalagi Corona ini telah menyebar luas dan bahaya juga bagi kesehatan warga Jakarta," tutupnya.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP