Pemerintah Kota Singkawang, Kalimantan Barat, menegaskan bahwa peningkatan investasi menjadi salah satu strategi penting. Langkah ini bertujuan untuk mendukung efisiensi anggaran dan memperkuat pembangunan daerah. Hal tersebut disampaikan di tengah keterbatasan sumber pendanaan yang ada.
Pernyataan ini disampaikan oleh Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Singkawang. Rapat tersebut membahas Jawaban Wali Kota atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) pada Jumat (7/11).
Tiga Raperda yang menjadi fokus pembahasan meliputi Raperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Singkawang Tahun Anggaran 2026, Raperda tentang Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan, dan Raperda tentang Pemberian Insentif serta Kemudahan Investasi di Kota Singkawang.
Advertisement
Advertisement
Salah satu fokus utama dalam Raperda APBD 2026 adalah langkah efisiensi melalui diversifikasi sumber pembiayaan. Pemerintah Kota Singkawang berencana menggunakan pinjaman daerah untuk mendukung pembangunan infrastruktur strategis. Proyek-proyek tersebut mencakup jalan, jembatan, penguatan tebing, serta pengembangan Smart City dan penanganan banjir.
Pinjaman daerah menjadi alternatif penting agar pembangunan prioritas tetap berjalan. Ini dilakukan meskipun terjadi penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. Wali Kota Tjhai Chui Mie menjelaskan, "Pinjaman daerah menjadi alternatif agar pembangunan prioritas tetap berjalan meskipun terjadi penurunan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat."
Masukan dari DPRD akan menjadi bahan pembahasan lanjutan antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah. Hal ini bertujuan untuk penyempurnaan kebijakan daerah. Tjhai Chui Mie menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas masukan dan pandangan konstruktif terhadap ketiga raperda tersebut.
Advertisement
Advertisement
Selain mengoptimalkan efisiensi melalui pembiayaan, Pemkot Singkawang juga berupaya memperkuat investasi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru. Melalui Raperda tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi, pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif.
Komitmen ini diwujudkan dengan mempercepat layanan perizinan dan mempermudah akses informasi bagi investor. Wali Kota Tjhai Chui Mie menekankan pentingnya kemudahan ini. "Melalui mal pelayanan publik (MPP) dan gerai bantuan informasi persetujuan bangunan gedung (PBG), kita ingin memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk berinvestasi di Singkawang," kata dia.
Inisiatif ini dirancang untuk memberikan kepastian dan kemudahan bagi masyarakat serta pelaku usaha yang ingin berinvestasi di Singkawang. Peningkatan investasi diyakini akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian lokal.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan investasi diharapkan tidak hanya menjadi solusi efisiensi anggaran daerah. Lebih dari itu, langkah ini juga diharapkan dapat memperluas lapangan kerja bagi masyarakat Singkawang. Selain itu, peningkatan investasi juga berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Penguatan investasi juga bertujuan untuk memperkuat daya saing ekonomi kota di tingkat regional maupun nasional. Dengan iklim investasi yang kondusif, Singkawang dapat menarik lebih banyak investor dan mengembangkan sektor-sektor potensial.
Wali Kota Tjhai Chui Mie mengharapkan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan. "Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan, kita berharap ketiga raperda ini dapat segera disahkan dan menjadi landasan kebijakan yang mempercepat pembangunan berkelanjutan di Kota Singkawang," ujarnya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews