Pemkab Cianjur Luncurkan Program ASN Ber-Sinar, Dorong Ekonomi Lokal dan Digitalisasi Pasar Rakyat Cianjur

Pemerintah Kabupaten Cianjur meluncurkan program ASN Ber-Sinar yang mewajibkan ASN berbelanja di pasar rakyat Cianjur, sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi melalui QRIS, guna menggerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan PAD.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Cianjur Luncurkan Program ASN Ber-Sinar, Dorong Ekonomi Lokal dan Digitalisasi Pasar Rakyat Cianjur
Pemerintah Kabupaten Cianjur meluncurkan program ASN Ber-Sinar yang mewajibkan ASN berbelanja di pasar rakyat Cianjur, sekaligus mempercepat digitalisasi transaksi melalui QRIS, guna menggerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan PAD. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meluncurkan program inovatif yang mengharuskan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berbelanja di pasar rakyat setempat. Program bernama "ASN Bersama Sinergi Memajukan Pasar Rakyat (Ber-Sinar)" ini resmi diluncurkan pada Jumat, 13 Februari, di Cianjur. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi lokal dan mendorong adopsi transaksi digital di seluruh pasar rakyat di wilayah tersebut.

Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menjelaskan bahwa program Ber-Sinar merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam memajukan perekonomian masyarakat. Dengan melibatkan ASN sebagai pelopor, diharapkan kebiasaan berbelanja di pasar rakyat dapat menular ke masyarakat luas. "Memajukan pasar rakyat dimulai dari ASN sehingga dapat diikuti masyarakat secara luas dalam mendukung perputaran ekonomi dengan berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar rakyat," katanya.

Selain mendorong belanja langsung, Pemkab Cianjur juga menggandeng Bank BJB untuk memfasilitasi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai metode pembayaran. Digitalisasi transaksi ini diharapkan tidak hanya memudahkan masyarakat tetapi juga meningkatkan efisiensi perputaran uang di daerah. Upaya ini menjadi bagian integral dari strategi jangka panjang untuk menjadikan pasar rakyat sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

Program ASN Ber-Sinar dirancang untuk menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Cianjur. Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menekankan pentingnya peran ASN sebagai contoh bagi masyarakat dalam mendukung geliat pasar tradisional. Kebiasaan berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar rakyat oleh ASN diharapkan dapat memicu peningkatan volume transaksi secara signifikan.

Inisiatif ini bukan sekadar ajakan, melainkan sebuah komitmen pemerintah daerah untuk memberdayakan pedagang kecil. Dengan adanya peningkatan kunjungan dan transaksi dari ASN, pedagang pasar rakyat akan merasakan dampak positif secara langsung. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Cianjur.

Pemerintah daerah meyakini bahwa perputaran uang yang terjadi di pasar rakyat akan langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat. Keberlanjutan program ini akan terus dipantau untuk memastikan tujuan peningkatan ekonomi lokal tercapai. Program Ber-Sinar menjadi fondasi penting dalam membangun kemandirian ekonomi daerah.

Transformasi digital menjadi fokus utama dalam program pengembangan pasar rakyat di Cianjur. Pemkab Cianjur secara aktif mendorong penggunaan transaksi digital melalui QRIS, bekerja sama dengan Bank BJB. "Kami mendorong transaksi dilakukan secara digital menggunakan QRIS bekerjasama dengan Bank BJB guna memudahkan masyarakat saat berbelanja kebutuhan pangan di pasar rakyat," kata Bupati.

Kerja sama dengan Bank BJB memungkinkan implementasi sistem pembayaran yang modern dan efisien di pasar rakyat. Bupati Ferdian menyatakan bahwa penggunaan QRIS akan mempercepat perputaran uang di daerah. Ini juga akan mendorong adopsi teknologi pembayaran non-tunai di kalangan pedagang dan pembeli.

Tidak menutup kemungkinan, ke depan, bank lain juga akan dilibatkan untuk memperluas opsi transaksi digital bagi masyarakat. Inisiatif ini menunjukkan komitmen Pemkab Cianjur untuk menciptakan lingkungan pasar yang relevan dengan perkembangan teknologi. Digitalisasi ini diharapkan menjadi budaya baru bagi seluruh lapisan masyarakat.

Selain aspek belanja dan digitalisasi, Pemkab Cianjur juga berencana menata ulang infrastruktur pasar rakyat. Penataan ini mencakup peningkatan kebersihan, keamanan, dan kenyamanan, agar pasar rakyat memiliki daya tarik setara dengan pasar modern. Upaya ini diharapkan membuat masyarakat betah berlama-lama saat berbelanja, terutama menjelang bulan Ramadhan dan Lebaran 2026.

Penambahan sarana dan prasarana penunjang juga menjadi prioritas untuk menarik minat masyarakat. Pemkab akan mengarahkan angkutan umum agar melayani rute ke pasar yang dituju, memudahkan akses bagi pembeli. Fasilitas yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan transaksi di pasar.

Bupati menargetkan Pasar Induk Cianjur, khususnya, menjadi pusat perbelanjaan utama masyarakat dan motor penggerak ekonomi daerah. "Kami targetkan pasar rakyat terutama Pasar Induk Cianjur menjadi pusat perbelanjaan masyarakat sekaligus motor penggerak ekonomi daerah yang berkontribusi pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Cianjur," katanya. Program terpadu ini menjadi strategi komprehensif untuk memajukan pasar rakyat dan ekonomi lokal.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi