Pemerintah Target Tingkat Wirausaha Indonesia 4 Persen di 2024

Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap upaya peningkatan jumlah kewirausahaan atau entrepreneurship di Indonesia. Ditargetkan pada akhir 2024 mendatang, jumlah wirausahawan di Tanah Air mampu tumbuh menjadi 4 persen.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Pemerintah Target Tingkat Wirausaha Indonesia 4 Persen di 2024
Menkop UKM Teten Masduki bertemu Menparekraf Sandiaga Uno. ©2021 Merdeka.com

Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap upaya peningkatan jumlah kewirausahaan atauentrepreneurship di Indonesia. Ditargetkan pada akhir 2024 mendatang, jumlah wirausahawan di Tanah Air mampu tumbuh menjadi 4 persen.

"Kita betul-betul mau mencetak wirausaha-wirausaha baru, sehingga presentase kita paling tidak di akhir 2024 bisa 4 persen ya. Jadi, ini komitmen kami mudah-mudahan bisa di akselerasi," tegas Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, dalam acara Opening Ceremony inaFashion Smesco Online Expo 2021, Rabu (21/4).

Menkop Teten mengungkapkan, adanya target peningkatan jumlah wirausaha itu lantaran rendahnya tingkatentrepreneurship di Tanah Air. Saat ini, presentase jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 3,47 persen.

"Artinya dari 64 juta pelaku UMKM itu yang berhasil naik kelas itu ya sangat lambat, relatif kecil sekali," ujarnya.

Dengan presentase jumlah kewirausahaan tersebut, membuat peringkat Indonesia tertinggal jauh dari sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Sedangkan, tingkat kewirausahaan di negara tetangga Singapura sudah mencapai level 8,5 persen.

Bahkan, Malaysia yang saat ini mampu mencatatkan tingkat kewirausahaannya di level 4,5 persen. Begitu pun dengan Thailand yang juga berhasil mendongkrak tingkat kewirausahaannya yang tidak berbeda jauh dengan Malaysia di atas 4 persen.

"Nah kita baru 3,47 persen. Padahal untuk menjadi negara maju minimum (tingkat kewirausahaan) kan 4 persen," katanya.

Maka dari itu, pemerintah terus berupaya menciptakan ekosistem yang lebih kondusif untuk memastikan kelangsungan bisnis di Tanah Air berjalan dengan baik. Di antaranya dengan percepatan penerbitan dan pelaksanaan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU Cipta Kerja).

"Karena Undang-Undang Cipta Kerja memungkinkan untuk dilakukan berbagai kemudahan sektor mikro dan sektor informal ke formal. Juga Mendorong UMKM kita juga naik kelas. Dari segi pembiayaan dan segi perizinan kita juga akan dipermudahkan," tandasnya.

Dorong Wirausaha Milenial

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) menargetkan rasio kewirausahaan nasional Indonesia bisa mencapai 3,9 persen sampai 2024, dengan memprioritaskan program pengembangan wirausaha muda milenial pada 2021.

Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim mengatakan, penambahan 1,5 juta wirausaha harus dapat menciptakan lapangan kerja baru serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Sehingga, dibutuhkan wirausaha yang berkualitas serta produktif dan kaum muda cenderung memiliki potensi itu.

"Oleh karena itu, upaya rasional yang harus dilakukan ke depan adalah dengan memprioritaskan penguatan dan pengembangan kewirausahaan pada kalangan milenial atau kaum muda," kata Arif, Rabu (30/12).

Menurutnya, potensi demografi Indonesia sangat besar untuk penguatan dan pengembangan wirausaha muda produktif dan berkualitas. Perguruan tinggi misalnya memiliki SDM yang berkualitas dalam jumlah besar sehingga layak menjadi sumber penguatan dan pengembangan wirausaha produktif dari kalangan anak muda.

"Pada tahun 2019 terdapat 4.621 lembaga Pendidikan Tinggi di Seluruh Indonesia, dengan total mahasiswa terdaftar sebanyak 8.314.120 orang," imbuhnya.

Untuk itu, Kemenkop UKM melalui sinergi dengan Dunia Usaha dan Industri akan menyediakan expert bisnis untuk layanan konsultasi bisnis dan pendampingan di lingkungan perguruan tinggi, sebagai upaya menjaring minat dan bakat wirausaha sekaligus sebagai sarana edukasi dan sosialiasi wirausaha dikalangan mahasiswa.

Rekomendasi