OJK: Keringanan Pembayaran Cicilan Tak Otomatis Diberikan Leasing

Senin, 6 April 2020 15:43 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
OJK: Keringanan Pembayaran Cicilan Tak Otomatis Diberikan Leasing Ojek Online di Jakarta. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa keringanan pembayaran cicilan kredit kendaraan bermotor tidak secara otomatis berlaku untuk seluruh debitur. Debitur atau nasabah wajib mengajukan permohonan kepada bank atau perusahaan pembiayaan.

"Pernyataan ini tertuang dalam OJK Update Nomor 07-SPI/2020 yang dikeluarkan pada hari Senin, 6 April 2020. OJK Update tersebut dikeluarkan karena masih adanya keluhan yang disampaikan melalui email atau telepon call center OJK berkaitan dengan masih maraknya debt collector yang menemui masyarakat, khususnya yang terkait dengan pembiayaan oleh perusahaan pembiayaan atau multifinance (leasing)," kata Kepala Kantor OJK Purwokerto, Sumarlan, seperti dikutip dari Antara di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Senin (6/4).

Terkait dengan pengajuan permohonan tersebut, kata dia, pihak bank atau perusahaan pembiayaan juga wajib melakukan asesmen dalam rangka memberikan keringanan kepada nasabah. Menurut dia, keringanan cicilan pembayaran kredit atau pembiayaan dapat diberikan dalam jangka waktu maksimum sampai dengan satu tahun.

"Bentuk keringanan di antaranya penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit atau pembiayaan, konversi kredit atau pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara dan/atau lainnya sesuai kesepakatan baru," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Syarat Leasing Boleh Tarik Kendaraan

boleh tarik kendaraan

Sumarlan mengatakan penarikan kendaraan atau jaminan kredit bagi debitur yang sudah macet dan tidak mengajukan keringanan sebelum dampak COVID-19 dapat dilakukan. Sepanjang bank atau perusahaan pembiayaan melakukannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurut dia, pihak bank atau perusahaan pembiayaan dapat menghentikan sementara penagihan kepada masyarakat yang terdampak wabah COVID-19 seperti pekerja di sektor informal atau pekerja berpenghasilan harian. "Namun untuk debitur yang memiliki penghasilan tetap dan masih mampu membayar, tetap harus memenuhi kewajibannya sesuai yang diperjanjikan," katanya.

[bim]

Baca juga:
OJK Minta Gojek dan Grab Laporkan Data Drivernya Permudah Proses Keringanan Cicilan
OJK Sebut 33 Emiten Lakukan Buyback Saham
Perusahaan Asuransi Jiwa Dinilai Tak Wajib Tangguhkan Pembayaran Premi Imbas Corona
OJK Sebut Sudah Ada 10.620 Debitur Pembiayaan Ajukan Keringanan Cicilan
OJK Ungkap Syarat Debitur KPR Bisa Tangguhkan Cicilan Selama 1 Tahun
Bos OJK Sebut Ada Tanda-Tanda Pasar Saham Dunia Bakal Rebound
OJK Sebut Perppu Penanganan Virus Corona Bawa Sentimen Positif

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini