Nelayan sukses gunakan alat pendeteksi ikan
Merdeka.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sumringah karena produksi perikanan tahun lalu mencapai 15,2 juta ton. Jumlah ini meningkat 102 persen dari target awal.
Peningkatan produksi diklaim berkat penggunaan teknologi canggih pendeteksi ikan yang telah digunakan nelayan tingkat menengah. Kinerja produksi yang kinclong ini membantu ekspor perikanan melonjak, sehingga tahun lalu tercatat surplus USD 3,8 miliar.
Menteri KKP Sharif Cicip Sutardjo menyatakan kondisi menggembirakan berasal dari sektor perdagangan produk perikanan orientasi ekspor.
"Pertumbuhan nilai ekspor kita pada 2012 sebesar 10,8 persen. Dibanding 2011, ekspor kita naik terus," ujarnya dalam acara paparan Kinerja Perikanan dan Kelautan, di kantornya, Rabu (9/1).
Berkaca dari situasi tersebut, Cicip mengaku bakal mendorong penggunaan alat pendeteksi ikan untuk nelayan yang melaut dengan kapal tonase besar. Selain itu, dia ingin sistem teknologi informasi yang bisa memberi tahu para nelayan soal kondisi laut, ditambah di berbagai pelabuhan.
"Kita akan tambah terus teknologi, tahun ini di 281 pelabuhan seluruh Indonesia untuk membantu nelayan melaut," cetusnya.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Heriyanto Marwoto menambahkan, peningkatan produksi tahun lalu yang melampaui target merupakan buah dari penggunaan teknologi oleh nelayan.
Pemerintah akan mengupayakan agar semakin banyak nelayan menggunakan teknologi ini karena sudah terbukti sukses.
"Indikasi (alat ini sukses) kan produksi ikan tangkap tahun ini meningkat, jadi tahun ini akan terus kita tingkatkan," tegas Marwoto.
Pemerintah mengaku hanya mensosialisasikan alat bernama "fishfinder" itu dan tidak membuatnya sebagai program bantuan bagi nelayan. Marwoto menyatakan alat yang pertama kali dibuat di Perancis ini relatif murah, sekitar Rp 3 juta per unit.
Dengan menggunakan fishfinder, lanjut dia, nelayan bisa melacak posisi yang banyak memiliki ikan dan arah ikan bermigrasi. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya