Naikkan Harga Ayam, Asosiasi Minta Peternak Tahan Produksi

Rabu, 26 Juni 2019 19:43 Reporter : Wilfridus Setu Embu
Naikkan Harga Ayam, Asosiasi Minta Peternak Tahan Produksi Peternak ayam. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan), Sugeng Wahyudi, mengatakan pihaknya telah menyiapkan opsi untuk mengatasi anjloknya harga ayam di tingkat peternak. Asosiasi pun telah mendiskusikan secara internal jalan keluar dalam menghadapi masalah tersebut.

"Di asosiasi kita mengumpulkan pelaku usaha untuk mencari jalan keluarnya. Supaya harga jual segera mendekati HPP (Harga Pokok Produksi)," kata dia, ketika dihubungi merdeka.com, Rabu (26/6).

Jalan keluar yang diambil yakni meminta peternak ayam, terutama peternak besar untuk menahan produksi. Sebab, biang kerok jatuhnya harga ayam di tingkat peternak adalah kelebihan pasokan.

Kelebihan pasokan membuat ayam di level peternak dijual dengan harga murah. Bahkan jauh di bawah HPP. Dalam menjalankan program ini pihaknya juga menggandeng Perhimpunan Insan Perunggas Rakyat Indonesia (Pinsar Indonesia).

"Kita minta kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi besar itu untuk menahan diri dulu. Untuk memastikan jangan jual harga murah. Gopan dengan Pinsar," terang dia.

Dia pun menjelaskan kenapa, ketika harga ayam di tingkat peternak anjlok di kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000, namun harga ayam di pasaran terpantau masih cukup tinggi.

Menurut dia, lebarnya selisih harga terjadi karena, meski harga murah, pedagang tetap mengambil ayam sesuai kebutuhan masyarakat.

"Begini permintaan (ayam) di pasar itu kan tetap. Pedagang di pasar tiap hari jual 500 ekor. Dia tidak akan mampu tambah sampai 700. Tapi persediaan di kandang banyak. Dia milih-milih itu otomatis karena barangnya banyak, dia pilih yang paling murah. Sehingga harga disesuaikan saja," tandasnya.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini